Image

9 Proyek Energi Terbarukan Kapasitas 641 Mw Diteken, Menteri Jonan: Harga Listrik Harus Terjangkau

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 16 November 2017 10:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 16 320 1814978 9-proyek-energi-terbarukan-kapasitas-641-mw-diteken-menteri-jonan-harga-listrik-harus-terjangkau-XQSEhTwU0Q.jpg Foto: (Feby/Okezone)

JAKARTA - Dalam rangka mengejar realisasi penggunaan energi baru terbarukan (EBT) sebagai energi terdepan di 2025 sebesar 25%, hari ini dilakukan Power Purchase Agreement (PPA) atau Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) sembilan proyek pembangkit listrik dari energi terbarukan antara PT PLN (Persero) dengan pengembang listrik swasta (IPP).

Adapun sembilan pembangkit IPP energi terbarukan yang melakukan penandatanganan PJBL kali ini terdiri dari satu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), satu Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan tujuh Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTM) dengan total kapasitas mencapai 640,65 megawatt (mw). Pembangkit-pembangkit tersebut berlokasi tersebar di Pulau Sumatra, Jawa, Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Bertempat di kantor Kementerian ESDM Menteri ESDM Ignasius Jonan kembali menyaksikan penandatanganan PPA yang kali ini ketiga kalinya setelah sebelumnya dilaksanakan penandatanganan serupa pada tanggal 2 Agustus dan 8 September 2017.

"Kalau EBT itu saya sampai hafal satu per satu. Dengan ditandangninya PPA ini, tahun ini dapat lampirkan sudah tiga kali PPA IPP EBT. Pembangkit berdasarkan EBT pada 2 Agustur 257,17 mw, 8 September 291,4 mw. Dan kali ini 640,45 mw, total 1.189,22 mw ini tahun ini saja," ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (16/11/2017).

Sementara itu, untuk harga jual yang tertuang dalam PJBL proyek pembangkit listrik energi terbarukan ini mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri ESDM Nomor 50 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga Listrik.

Lingkup dari PJBL juga telah mengacu pada Peraturan Menteri ESDM No. 10 Tahun 2017 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri ESDM No. 49 Tahun 2017 tentang Pokok-Pokok dalam Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik.

"Jadi saya mohon pengertian kedua belah pihak PLN dan IPP, supaya harga listrik terjangkau. Saya enggak mau ini tidak rasional," tuturnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini