NEW YORK - Pasar Saham AMerika Serikat (AS), Wall Street, dibuka menguat sehari setelah liburan Thanksgiving. Wall Street menguat seiring dengan kenaikan harga minyak dan fokus investor saat Black Friday.
Pasalnya, Black Friday biasanya merupakan hari tersibuk tahun ini bagi peritel AS, pasar saham kemungkinan akan relatif sepi, dengan penutupan yang lebih awal.
Indeks Dow Jones naik 64 poin atau 0,27%, dengan 46.182 saham berpindah tangan. Indeks S&P 500 naik 7 poin atau 0,27%, dengan 239.373 saham diperdagangkan dan indeks Nasdaq 100 naik 10,5 poin atau 0,16% dengan 52.290 saham diperdagangkan.
Pada malam Thanksgiving, para penggila belanja di AS telah membelanjakan lebih dari USD1,52 miliar secara online, naik 16,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan penjualan online telah menggeser bisnis offline, yang menghasilkan penjualan tahunan sebanyak 40% selama musim belanja liburan.
Saham Macy's (M.N), saham Kohl's (KSS.N), Wal-Mart (WMT.N) dan Target (TGT.N) naik antara 0,4% dan 0,6% pada perdagangan premarket. Pesaing terbesar mereka, Amazon (AMZN.O) naik 0,7%.
Di sisi lain, harga minyak AS melonjak ke level tertinggi dua tahun, karena pasar Amerika Utara menguat pada penutupan sebagian jalur pipa Keystone yang menghubungkan Kanada dan Amerika Serikat. Saham Exxon (XOM.N) dan Chevron (CVX.N) naik sekira 0,5%.
Pasar saham AS pun melayang mendekati level rekor, dengan indeks patokan S&P 500 naik sekira 16% sepanjang tahun ini, dibantu oleh pendapatan yang kuat, ekonomi yang membaik dan harapan pemotongan pajak oleh Presiden Trump.
Black Friday, Wall Street Dibuka Tancap Gas
(Martin Bagya Kertiyasa)