Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bingung Tentukan Gaji saat Melamar Kerja? Ini Persiapannya

Agregasi Cermati.com , Jurnalis-Minggu, 26 November 2017 |19:36 WIB
Bingung Tentukan Gaji saat Melamar Kerja? Ini Persiapannya
Ilustrasi (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Selain bertanya tentang apa yang tertulis di CV, si pewawancara juga akan menanyakan berapa gaji yang Anda inginkan saat bekerja. Pertanyaan ini membuat bingung. Apalagi membahas masalah uang itu sedikit janggal ketika hendak melamar kerja.

Banyak orang yang ragu ketika akan menjawab besaran gaji yang layak diterimanya. Sehingga sering kali muncul jawaban “terserah pihak perusahaan”. Perlu diketahui, jawaban tersebut sangat salah. Anda tidak boleh membiarkan pihak perusahaan menentukan besaran gaji. Bagaimana jika perusahaan menggaji dengan sangat kecil? Apakah Anda akan menerimanya?

Jika Anda lolos ke tahap wawancara, sebaiknya lakukan pencarian terhadap gaji pokok rata-rata per bulannya. Sehingga ketika ditanyakan soal gaji, Anda akan mudah menjawabnya. Agar gaji yang diterima sesuai, inilah tips untuk mengajukan jumlah gaji saat melamar kerja di perusahaan.

1. Lakukan Penelitian

Selain mengetahui besarnya UMR di daerah Anda, ketahui juga berapa kisaran gaji pada posisi tertentu. Walaupun perusahaan menggaji karyawan dalam jumlah berbeda, namun Anda perlu tahu berapa bayaran umum yang akan diberikan. Misalnya, gaji seorang teller bank sebesar Rp3.6 juta per bulan.

Jika sudah mengetahui jumlahnya, Anda akan mudah ketika menyebutkan jumlah gaji saat proses wawancara. Jumlah gaji yang akan diterima juga tergantung pada kompleksitas pekerjaan. Semakin rumit suatu pekerjaan, maka semakin besar pula bayarannya.

2. Sebutkan Nominal yang Diinginkan

Setelah melakukan penelitian, kini saatnya Anda menyebutkan nominal yang diinginkan. Sebutkan nominalnya dengan percaya diri tanpa keraguan sedikit pun. Hal ini berguna untuk menaikkan harga diri di mata perusahaan.

Namun, jangan pula menyebutkan nominal yang terlalu tinggi. Apalagi jika jabatan Anda masih di level bawah. Sebutkanlah nominal yang sesuai, jangan buat si pewawancara illfeel dan langsung mengembalikan CV sebagai pertanda kalau Anda telah gagal.

3. Sesuaikan dengan Skill yang Dimiliki

Si pewawancara pasti bertanya-tanya mengapa tentang besaran gaji yang diajukan. Jika pewawancara terlihat keberatan, yakinkan dirinya kalau nominal tersebut sesuai dengan apa yang akan diterima perusahaan. Anda harus mampu unjuk skill agar pengajuan diterima.

4. Fasilitas Apa yang Diberikan Perusahaan?

Setiap perusahaan menawarkan fasilitas yang berbeda kepada karyawannya. Misalnya, kemudahan kredit, BPJS kesehatan, dan liburan gratis setiap tahun. Jika Anda menerima gaji yang levelnya setara dengan UMR, jangan langsung berkecil hati. Anda perlu meneliti apakah jumlah tersebut merupakan penghasilan bersih atau ada fasilitas tambahan?

Jika ternyata perusahaan memberikan fasilitas tambahan yang cukup menggiurkan, bertahanlah di perusahaan tersebut. Toh kalau dihitung-hitung fasilitas yang diberikan hampir setengah dari gaji yang Anda terima setiap bulannya.

5. Perhatikan Ketersediaan Insentif

Insentif merupakan salah satu yang juga perlu dipertimbangkan. Insentif biasanya diberikan di penghujung tahun atau saat menyambut hari raya besar. Jumlah insentif yang diberikan tentu saja berbeda antara karyawan yang satu dengan yang lainnya. Maka dari itu, Anda perlu menggali informasi lebih dalam tentang perusahaan yang bersangkutan. Jika ternyata jumlah insentif lumayan besar, tak apa jika gaji yang diterima sesuai dengan UMR.

6. Ketahui Besaran Biaya Hidup

Biaya hidup antara kota yang satu tentu saja berbeda dengan kota lainnya. Misalnya, biaya hidup di Jakarta tentu saja lebih mahal ketimbang di Yogyakarta. Mengapa? Karena fasilitas, akses, dan UMR masyarakatnya yang juga berbeda.

Jika bekerja di Jakarta, wajar saja jika Anda mengajukan gaji yang lebih tinggi. Jika gaji Anda sama dengan UMR, bagaimana mungkin Anda dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, sedangkan biaya sewa kos-kosan saja hampir ¼ dari jumlah gaji? Untuk itu, selalu sesuaikan jumlah gaji dengan besarnya biaya hidup.

Ajukan Gaji Sesuai dengan Skill yang Dimiliki

Mengajukan gaji terlalu besar membuat perusahaan merasa enggan untuk merekrut. Apalagi jika Anda belum memiliki pengalaman kerja dan skill yang mumpuni. Sebaliknya, bila sudah berpengalaman dan ahli di bidang tersebut, Anda dapat meyakinkan perusahaan dengan besaran gaji yang disebutkan. Saat mengajukan gaji, jangan asal sebut nominalnya. Perhatikan juga berapa biaya hidup rata-rata di kota tersebut. Dengan demikian, gaji yang diajukan sesuai dengan kebutuhan.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement