Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terbeban Sektor Teknologi, Wall Street Dibuka Flat

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Senin, 27 November 2017 |22:21 WIB
Terbeban Sektor Teknologi, Wall Street Dibuka <i>Flat</i>
Ilustrasi Wall Street. (Foto: Reuters)
A
A
A

NEW YORK - Indeks utama Amerika Serikat (AS) Wall Street, dibuka tidak banyak bergerak pada pembukaan. Penurunan saham segelintir produsen semikonduktor melebihi keuntungan bagi raksasa ritel pada Cyber ​​Monday.

Indeks Dow Jones Industrial Average .DJI naik 2,55 poin atau 0,01% menjadi 23.560, indeks S&P 500 .SPX naik 0,43 poin atau 0,02% menjadi 2.602, dan indeks The Nasdaq Composite .IXIC menguat 0,26 poin atau 0% menjadi 6.889,42.

Saham Tech .SX8P, turun 0,8% dan menjadi salah satu pelemahan terbesar di Eropa, setelah sebuah catatan suram dari Morgan Stanley mengenai teknologi global. S&P pun menurunkan proyeksi Samsung dan Taiwan Semiconductor dan berpendapat bahwa ini adalah jeda bagi pembuat chip.

Penguatan di saham teknologi telah mendorong indeks S&P 500 .SPX dan Nasdaq .IXIC mencapai rekor tertinggi pada akhir pekan kemarin. Namun, pengamat mencatat bahwa permintaan untuk produk yang terkait dengan teknologi seperti semikonduktor mulai luntur.

Sementara saham Amazon (AMZN.O) naik 1,73%, meningkatkan indeks S&P dan Nasdaq pada hari tersibuk tahun ini untuk berbelanja di internet, menambah kenaikan saham ritel pada hari Jumat. Wal-Mart (WMT.N) naik 0,92%.

Western Digital (WDC.O) turun hampir 7% setelah Morgan Stanley menurunkan sahamnya menjadi "sama-beratnya", dengan alasan harga yang memburuk untuk beberapa produk dan ketidakpastian mengenai usaha patungan dengan Toshiba Memory (6502.T).

Penurunan tersebut terjadi setelah indeks KOSPI utama Korea Selatan .KS11 turun 1,4%, sebagian besar terbebani oleh penurunan 5% saham Samsung Electronics Co Ltd (005930.KS), menyusul laporan analis yang menyarankan chip memori "siklus super" akan segera luntur.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement