Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Soal Ekspor Ikan Hias, Indonesia Masih Kalah dari Singapura

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Senin, 27 November 2017 |14:31 WIB
Soal Ekspor Ikan Hias, Indonesia Masih Kalah dari Singapura
Foto: Yohana/Okezone
A
A
A

JAKARTA – Sebagai salah satu negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi ekspor ikan hias yang cukup besar. Namun realitanya, Indonesia masih kalah dengan negara Singapura.

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, Indonesia terus bersaing dengan Siangpura, Jepang, Ceko, Thailand dan Malaysia untuk menguasai pasar ikan hias dunia.

"Dengan Jepang bersaing okelah, tapi kalau dengan Singapura itu aneh. Dia bukan archipelago (negara kepulauan), dia cuma kota. Negara yang tak punya laut luas, punya hak karena pakai otak, kalau orang luar cari ikan hias teleponnya ke Singapura, nanti dibilang ada padahal belum ada ikannya, nanti dicari dulu sama dia (Singapura)," ujar Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Bidang Kemaritiman Agung Kuswandono di Kantor Kemenko Kemaritiman, Senin (27/11/2017).

Baca Juga: 2021, Indonesia Targetkan Jadi Pengekspor Ikan Hias Terbesar di Dunia

Agung menyatakan Singapura memiliki teknologi transportasi yang jauh lebih baik dari Indonesia sehingga mampu menjaga kualitas ekspor dengan baik. Hal ini yang membuat Singapura menjadi wilayah hub bagi ekspor ikan hias di dunia. 

"Jadi nilai jual dalam negeri diambil dari nelayan sampai ke Singapura bisa meningkat 40 kali lipat, tapi yang menikmati orang-orang luar negeri. Ini kenapa kita berpikir, ini harus ditarik ke Indonesia dan berdasarkan pembicaraan dengan pelaku-pelaku usaha, kita sanggup untuk menjadi negara produsen ikan hias terbesar di dunia," ungkapnya.

Oleh sebab itu, untuk mewujudkannya, ujar Agung pihaknya, Kemenko Kemaritiman bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta asosiasi ikan hias Indonesia, Nusantara Aquatic untuk mengadakan Simposium Nasional mengenai ikan hias.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement