Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pakai Teknologi dari Jepang, 4 Turbin PLTA Siguragura Rampung 2018

Giri Hartomo , Jurnalis-Rabu, 06 Desember 2017 |21:45 WIB
Pakai Teknologi dari Jepang, 4 Turbin PLTA Siguragura Rampung 2018
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - PT Indonesia Alumunium Indonesia (Inalum) tengah melakukan pergantian mesin (overhaul) terhadap empat turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Siguragura. Adapun pergantian mesin menggunakan teknologi terbaru dari Jepang yakni Toshiba.

Direktur Umum dan Sumber Daya Mineral (SDM) PT Inalum Carry EF Mumbunan mengatakan pergantian mesin empat turbin akan segera rampung pada 2018. Sehingga kapasitas listrik bisa lebih maksimal seiring pergantian mesin yang ramping.

"Overhaul dilakukan untuk memastikan kapasitas listrik yang output puncak bisa lebih maksimal," ujarnya saat ditemui di PLTA Siguragura, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Rabu (6/12/2017).

Baca juga: Jaga Keberlangsungan PLTA, Inalum Tingkatkan Penggunaan Teknologi

Lebih lanjut Carry melanjutkan pergantian mesin sendiri berlangsung secara bertahap. Di mana pergantian mesin sudah berlangsung sejak 2007 yang lalu.

"Tiga mesin sudah selesai, tinggal satu lagi yang dijadwalkan tuntas pada 2018," jelasnya.

Sebagai informasi, Inalum sendiri memiliki dua PLTA yakni Siguragura dan Tangga yang terkenal dengan nama Asahan 2 yang terletak di Paritohan, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Pembangkit ini dioperasikan dengan memanfaatkan air Sungai Asahan yang mengalirkan air danau Toba ke Selat Malaka. Produksi listrik dari kedua PLTA sangat bergantung pada jumlah permukaan air danau Toba.

PLTA Tangga atau Bendungan Penadah Air Tangga (Tangga Intake Dam) yang terletak di Tangga dan berfungsi untuk membendung air yang telah dipakai PLTA Siguragura untuk dimanfaatkan kembali pada PLTA Tangga. Bendungan ini merupakan bendungan busur pertama di Indonesia. Stasiun Pembangkit Tangga memiliki 4 unit Generator. Total kapasitas tetap dari keempat generator tersebut adalah 223 MW.

Baca juga: Perluas Pelabuhan Kuala Tanjung, Inalum Bakal Gelontorkan Rp811 Miliar

Sementara itu, PLTA Siguragura atau Bendungan Penadah Air Siguragura (Siguragura Intake Dam) terletak di Simorea dan berfungsi sebagai sumber air yang stabil untuk stasiun pembangkit listrik Siguragura. Air yang ditampung di bendungan ini dimanfaatkan Stasiun pembangkit listrik Siguragura (Siguragura Power Station) yang berada 200 m di dalam perut bumi dengan 4 unit generator dan total kapasitas tetap dari keempat generator tersebut adalah 203 MW dan merupakan PLTA bawah tanah pertama di Indonesia.

Inalum mencatat produksi aluminium tahun 2017 sekitar 260 ribu ton. Produksi itu sangat bergantung pada permukaan air di Danau Toba. Sesuai prosedur, perusahaan harus menjaga permukaan air Danau Toba di angka 902,4 meter hingga 904 meter di atas permukaan laut (dpl). Namun, sepanjang tahun ini, permukaan air danau Toba selalu berada di kisaran 903 dpl.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement