Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RAHASIA SUKSES: The Ning King, "Pengusaha Senior" yang Hemat Bicara

Lusia Widhi Pratiwi , Jurnalis-Minggu, 10 Desember 2017 |18:09 WIB
RAHASIA SUKSES: The Ning King,
The Ning King. (Foto: Forbes)
A
A
A

Alam Sutera mulanya adalah perusahaan keluarga Harjanto Tirtohadiguno. Berdiri 1973 dengan nama PT Alfa Goldland Realty sekaligus menjadi nama proyek pertama di bisnis properti, perumahan Taman Alfa Indah, di Jakarta Barat. Sukses di Taman Alfa Indah, lalu mendapat hak pengembangan lahan di Serpong Tangerang, Banten saat kawasan itu masih berupa hutan belantara, pohon karet dan lapangan ilalang.

Pada 1994 Alam Sutra berhasil menjual sekira 1.100 unit hunian dalam waktu dua minggu. Tidak berhenti di situ, King lalu membawa Alam Sutra ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 18 Desember 2007. Alam Sutra pun resmi menjadi perusahaan modern dan terbuka dengan nama PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI).

Setelah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia sekaligus mensejajarkan diri bersama sederet pengembang papan atas di Indonesia yang memfokuskan kegiatan usahanya dalam pembangunan dan pengelolaan perumahan, kawasan komersial, kawasan industri, dan pengelolaan pusat perbelanjaan, pusat rekreasi dan perhotelan serta pengembangan kawasan terpadu.

Selain Alam Sutra, dia juga mendirikan perusahaan PT Bekasi Fajar Industrial Estate, dan menjadi pemegang mayoritas 64% saham. Perusahaan dengan kode BEST di pasar modal didirikan pada tanggal 24 Agustus 1989 bersama dengan Marubeni Corporation (Jepang).

Perseroan membentuk perusahaan patungan dengan nama PT Megalopolis Manunggal Industrial Development (MMID), mengembangkan dan merintis kawasan industri di daerah Cikarang Barat, Bekasi, yang dikenal dengan Kota Industri MM2100.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement