Image

Rasio Kredit Bermasalah Perbankan Berpotensi Meningkat saat Pilkada

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 16 Januari 2018 15:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 16 320 1845713 rasio-kredit-bermasalah-perbankan-berpotensi-meningkat-saat-pilkada-XgD3W8AhTK.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengimbau kepada perbankan khususnya bank daerah untuk berhati-hati selama masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) seretak tahun ini. Pasalnya, potensi rasio kredit setiap kali Pilkada selalu meningkat.

Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin mengatakan, semua bank rentan dan berpotensi digunakan serta dimanfaatkan oleh para calon kepala daerah. Untuk itu, PPTAK meminta setiap bang terutama Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk saling mengingatkan.

"Kadang mereka (perbankan) digunakan untuk membantu salah satu kontestan, peserta Pilkada. Itu antara lain misalnya pemberian kredit oleh oknum tertentu kepada nominee, nama tertentu, tapi sesungguhnya ini digunakan untuk Pilkada itu," tuturnya, di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (16/1/2018).

Kiagus mengungkapkan, PPATK pernah melakukan riset Pilkada, hasilnya terjadi peningkatan laporan transaksi keuangan mencurigakan, laporan transaksi keuangan tunai dan itu terjadi di beberapa daerah pada saat Pilkada berlangsung.

"Itu nanti berakhir pada kredit macet. Karena antara lain ketidakmampuan calon kepala daerah membayar kredit yang diberikan perbankan. Kita sudah mengingatkan agar para manajemen BPD untuk mengingatkan," tuturnya.

Menurutnya, telah memiliki penilaian risiko nasional Indonesia ( National Risk Assessment) lalu lebih detail dituangkan dalam kerangka Sectoral Risk Assessment (SRA) dan kemudian para stakeholder diharapkan menentukan arah kebijakan organisasinya dengan berbasis risiko (Risk Based Approached).

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini