Kenali Modus Penipuan Kartu Kredit, Hindari Jebakannya!

Agregasi Sabtu 20 Januari 2018 21:03 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 20 320 1847928 kenali-modus-penipuan-kartu-kredit-hindari-jebakannya-SiLAAeEL74.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

KARTU kredit dapat membantu kelancaran transaksi kamu. Namun, sebagai alat transaksi nontunai, kartu kredit memiliki celah untuk fraud atau penipuan. Pahami jenis modus penipuan kartu kredit dan cara menghindarinya

Pernahkah kamu menerima SMS atau telepon tidak dikenal yang meminta nomor kartu kredit kamu? Atau, mungkin kamu pernah menerima email berisi pemberitahuan tentang undian terkait kartu kredit? Hati-hati. Bisa jadi itu adalah bagian dari sedikit kasus penipuan kartu kredit. Di zaman teknologi yang semakin maju dan berkembang, penipuan kartu kredit semakin marak terjadi. Tujuannya mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dari nasabah. Untuk mengetahui dan menghindari penipuan kartu kredit, simak penelasannya di bawah ini.

Jenis modus penipuan kartu kredit

Sebelum memahami cara menghindari penipuan kartu kredit, tentu tidak ada salahnya kamu pahami berbagai jenis modus penipuan kartu kredit. Apalagi makin banyaknya kasus penipuan yang terjadi mengharuskan masyarakat Indonesia lebih waspada dan mengerti. Inilah jenis modus penipuan kartu kredit :

1. Phising

Modus penipuan kartu kredit yang pertama adalah phising. Apa itu? Jangan-jangan, kamu pernah mengalami atau mengetahui kasus phising tapi belum paham. Phising merupakan suatu metode penipuan dengan cara mengelabui target dan bermaksud untuk mencuri akun target dengan tujuan tertentu.

Phising dapat dilakukan via telepon atau email dengan berbagai macam modus. Contohnya adalah menawarkan pengajuan kartu kredit baru dan pihak penipu biasanya akan meminta data kamu seperti nama, alamat, nomor handphone, hingga nomor kartu kredit beserta PIN-nya dengan dalih untuk kebutuhan data dalam pengajuan kartu kredit. Alih-alih digunakan untuk hal yang benar, data-data tersebut akan mereka salahgunakan untuk kejahatan.

Baca Juga : Kartu Kredit Terbaik Dengan Syarat Gaji Cuma Rp 5 Juta

Modus lainnya adalah dengan menawarkan limit kartu kredit tinggi untuk kartu kredit kamu saat ini, biasanya sang penipu akan kembali meminta data lengkap kamu dan menggunakannya untuk menguras uangmu. Nah, tentu kamu harus waspada nih. Modus penipuan yang satu ini sering terjadi dan masih banyak yang belum paham. Jadi, coba yuk sharing juga dengan kerabat dan saudara.

2. Modus penipuan lewat aplikasi atau software

Modus penipuan kartu kredit terbaru adalah dengan meminta kamu untuk mengunduh suatu aplikasi atau software palsu. Jika kamu setuju untuk mengunduhnya, maka yang kamu peroleh adalah sebuah virus, biasanya virus Trojan yang akan menginfeksi gadget dan memungkinkan pihak lain untuk mengakses data rahasia kamu di dalam gadget tersebut.

3. Memberi link atau tautan palsu

Saat kamu membuka situs atau email, terkadang disertakan link yang memudahkan kamu mengakses situs lainnya, seperti survei atau undian. Namun, banyak link palsu yang justru akan mengarahkan kamu untuk mengunduh virus. Nah, melalui virus ini, data kamu akan dicuri dan disalahgunakan. Hih, seram ya! Jangan sampai ini terjadi, jadi waspadalah selalu.

4. Penyadap data kartu kredit

Kini muncul sebuah alat penyadap data yang dapat digunakan untuk mengambil data-data rahasia kamu, seperti PIN ATM. Alat tersebut biasanya dipasang pada ATM atau pada mesin EDC di toko atau restoran.

Untuk menghindari, selalu pastikan mesin ATM dan EDC tidak ditempeli sesuatu saat kamu menggunakannya, kemudian hindari mempercayakan kartu kredit kamu pada karyawan toko atau restoran, dan hindari penggesekan kartu kredit sebanyak 2 kali jika diminta oleh karyawan toko. Ingat, cermat dan teliti untuk menghindari penipuan kartu kredit ini.

5. Mesin EDC palsu

Hindari membeli barang dengan tawaran menggiurkan pada gerai yang tidak terpercaya, atau pada online shop yang tidak memiliki testimonial yang dapat dipercaya. Kini banyak beredar penjual yang menawarkan barang murah namun menyediakan fasilitas pembayaran memakai EDC palsu.

Mesin ini akan menyalin data kamu seperti alat penyadap yang langsung merekam data-data kartu kredit kamu. Untuk menghindari jebakan ini, kamu bisa menghindari pembayaran kartu kredit memakai PIN, lebih baik gunakan tanda tangan saja supaya PIN kamu tidak tersadap oleh pihak tidak bertanggung jawab.

6. Jasa pengajuan kartu kredit palsu

Pengajuan kartu kredit sekarang ini cenderung mudah, namun satu hal yang perlu kamu ingat adalah pihak bank tidak pernah meminta kamu untuk membayar sejumlah uang agar pengajuan kamu diterima.

Banyak oknum yang menggunakan modus penipuan kartu kredit tersebut karena pengajuan kartu kredit sering kali ditolak oleh pihak bank. Mereka akan menawarkan bantuan untuk mengajukannya dengan meminta sejumlah uang.

7. Hadiah palsu

Bentuk penipuan kartu kredit lainnya adalah dimana pihak penipu akan berpura-pura menjadi telemarketing yang menghubungi kamu via telepon atau email yang meyakinkan kamu untuk memberikan hadiah palsu berupa voucher belanja atau voucher menginap yang kemudian akan meminta kamu untuk memberikan data kamu.

Pihak penipu akan mengiming-imingi kamu untuk memperoleh hadiah tersebut dengan mendaftar sebagai anggota. Untuk mendaftarkan keanggotaan, kamu akan diminta untuk membayar sejumlah uang terlebih dahulu, kemudian kamu akan terus menunggu karena hadiah tidak kunjung datang.

Cara menghindari penipuan kartu kredit

Selalu bersikap waspada adalah hal wajib yang patut kamu jalankan saat berurusan dengan penggunaan dan penyimpanan kartu kredit. Beberapa cara di bawah ini bisa dilakukan agar terhindar dari berbagai tindak kejahatan penipuan kartu kredit.

1. Jangan mudah tergoda dengan hadiah

Hadiah merupakan salah satu yang paling sering dijadikan sebagai “alat pancing” penipuan kartu kredit oleh para pelaku kejahatan. Meskipun modus ini sudah dikenal sejak lama, tetap masih ada saja yang menjadi korbannya.

Berbagai bentuk undian begitu gencarnya dipromosikan dan dijadikan sebagai umpan dalam mengelabui para pemegang kartu debit dan kartu kredit. Misalnya, undian yang dilakukan oleh yang mengaku sebagai bank penerbit kartu debit atau kredit atau yang mengaku sebagai operator seluler. Apapun jenis undian tersebut, hal tersebut pada dasarnya hanya tipuan semata. Jadi, waspada dan hindari hal semacam ini.

2. Update informasi terkini di dunia perbankan

Untuk menghindari berbagai jenis penipuan kartu kredit, sebaiknya kamu selalu mendapatkan informasi terkini di dunia perbankan. Setidaknya terkait dengan bank yang kamu gunakan saat ini. Dengan selalu memperbarui informasi secara teratur, kamu akan mengetahui dengan jelas undian apa saja yang diadakan bank.

Hal ini adalah bentuk antisipasi yang paling tepat. Nantinya saat seseorang menghubungi dengan alasan undian, setidaknya kamu tahu betul apa saja undian yang sedang diselenggarakan bank. Berbagai informasi terbaru yang didapatkan membantu kamu untuk mengetahui perkembangan dan berbagai modus kejahatan yang kerap menimpa nasabah pemegang kartu kredit dan kartu debit. Sebab biasanya bank akan menyajikan berbagai hal tersebut sebagai bentuk peringatan kepada nasabahnya.

3. Jangan pernah memberikan kartu kredit kepada orang lain

Rekening tabungan dan kartu kredit adalah hal yang sangat pribadi sehingga tidak ada alasan bagi kamu untuk membagi informasi ataupun hal lainnya terkait dengan kedua fasilitas perbankan tersebut kepada sembarang orang.

Selalu simpan berbagai informasi terkait layanan perbankan yang kamu gunakan dari orang lain, bahkan orang-orang terdekat sekalipun. Ini akan membantu kamu untuk menghindari berbagai tindak kejahatan penipuan kartu kredit yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu dan menimbulkan kerugian.

Pastikan selalu menyimpan kartu kredit dan kartu debit dengan benar dan hati-hati sehingga aman dari berbagai tindak kejahatan. Kedua benda tersebut adalah uang dalam bentuk yang berbeda. Jadi, perlakukanlah kedua benda tersebut sebagaimana kamu memperlakukan uang tunai kamu yang pada umumnya akan selalu tersimpan dengan aman.

4. Bertransaksi dengan aman

Kesalahan lain yang kerap dilakukan saat menggunakan kartu kredit adalah saat bertransaksi dengan alat tersebut. Kamu mungkin sering kali terburu-buru sehingga lalai dan tidak menjaga agar transaksi tersebut berjalan dengan aman dan lancar.

Mulailah membiasakan diri secara disiplin saat bertransaksi dengan kartu kredit dan kartu debit. Beberapa hal ini perlu kamu teliti dan cermati supaya transaksi dengan kartu kredit atau debit berjalan dengan aman:

·         Perhatikan kasir dengan baik

Saat melakukan pembayaran di meja kasir, pastikan diri kamu tidak lengah untuk melihat bagaimana kasir memegang dan menggesek kartu di mesin Electronic Data Capture (EDC). Pastikan kamu memeriksa nominalnya terlebih dahulu sehingga tidak ada kesalahan jumlah pembayaran nantinya.

·         Lakukan pembayaran dengan cara tepat

Jangan lupa untuk menutupi tangan kanan kamu saat mengetikkan PIN pada mesin EDC. Selalu jaga kerahasiaan PIN tersebut dengan baik dari orang lain.

·         Jangan terburu-buru

Tidak perlu terburu-buru saat bertransaksi di meja kasir. Pastikan jumlah belanjaan sesuai dengan struk yang keluar dari mesin EDC kemudian simpan struk tersebut dengan baik. Jangan lupa untuk selalu menjaga kartu kredit atau kartu debit dengan baik dan aman.

Setelah membaca ulasan di atas, tentu kamu lebih bijak dalam menggunakan kartu kredit dan mewaspadai tindak kejahatan penipuan kartu kredit tersebut. Informasi mengenai jenis penipuan kartu kredit di atas serta cara menghindarinya sangatlah penting guna memahami lebih baik tentang hal ini serta cerdas dan teliti dalam penggunaannya.

Yuk, sharing dengan teman, kerabat dan saudara yang membutuhkan informasi ini. Semoga selalu terhindar dari tindak kejahatan seperti ini ya!

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini