Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wall Street Kembali Menguat, Didorong Laporan Pendapatan Emiten

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Jum'at, 26 Januari 2018 |20:52 WIB
Wall Street Kembali Menguat, Didorong Laporan Pendapatan Emiten
Ilustrasi Wall Street. (Foto: Reuters)
A
A
A

NEW YORK - Pasar saham berjangka di Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada pembukaan hari ini, seiring dengan serangkaian pendapatan yang kuat dan meningkatkan sentimen para investor.

Presiden AS Donald Trump diharapkan dapat menyuarkan bahwa mereka tidak mentolerir pencurian kekayaan intelektual dan pelanggaran perdagangan di World Economic Forum (WEF) di Davos. Pasar pun bergerak karena komentar para pejabat tinggi AS di Davos.

Pasar saham naik, setelah Menteri Keuangan Steven Mnuchin memastikan bahwa dolar AS yang lemah memberikan beberapa keuntungan. Padahal sebelumnya Trump mengatakan bahwa dia menginginkan dolar AS menguat.

Indeks Dow Jones naik 73 poin atau 0,28% dengan 21.337 saham berpindah tangan. Indeks S&P 500 naik 10,5 poin atau 0,37%, dengan 109.347 saham diperdagangkan dan indeks Nasdaq 100 naik 35,25 poin atau 0,51%, dengan 26.425 saham diperdagangkan.

Investor pun menanti kondisi ekonomi AS pada kuartal keempat, ketika Departemen Perdagangan mengeluarkan perkiraan produk domestik bruto mereka. PDB kemungkinan meningkat pada tingkat tahunan 3%, setelah melonjak 3,2% pada kuartal sebelumnya.

Saham Intel Corp (INTC.O) naik sekira 6% dalam perdagangan premarket, setelah pembuat chip tersebut memberikan perkiraan bullish dan meniup ekspektasi kuartal keempat. Dari 118 perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan pendapatan kuartalan, 78,8% telah melampaui ekspektasi, versus rata-rata 72% selama empat kuartal sebelumnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement