nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Kementerian Disarankan Buat Lembaga Baru Urusi Sekolah Penerbangan

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Selasa 30 Januari 2018 16:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 30 320 1852234 3-kementerian-disarankan-buat-lembaga-baru-urusi-sekolah-penerbangan-8rl0UwLK3d.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengamat Penerbangan Chappy Hakim mengharapkan pemerintah membuat suatu pengawas untuk bisa mengkoordinir sekolah penerbangan di Indonesia. Dengan begitu maka, lulusan pilot tidak akan banyak yang menganggur seperti saat ini.

Seperti diketahui, ada sekitar 1.000 lebih pilot di Indonesia yang belum mendapatkan pekerjaan. Hal ini juga menjadi perhatian khusus pemerintah terutama Kementerian Perhubungan.

"Saya mengusulkan ada kementerian koordinator atau dewan di tingkat nasional karena pendidikan, training dan education itu lahannya lain, penerbangan sendiri juga lain," ungkapnya di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (30/1/2018).

 Baca juga: Fenomena Pilot Menganggur, Banyak Sekolah Penerbangan tapi Tidak Terserap Airlines?

Menurutnya, harus ada bagian-bagian yang harus fokus mengurus per departemen sehingga tidak hanya dibebankan kepada satu regulator seperti Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Dalam hal ini manajemen secara nasional harus memikirkan penerbangan itu secara keseluruhan," jelasnya.

 Baca juga: Banyak Pilot Nganggur, Menhub: Sekolah Penerbang Jangan Hanya Cari Duit

Menurutnya, regulator yang hadir dalam hal ini bukan hanya Kemenhub tetapi juga Kementerian Pendidikan, dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Dengan begitu diharapkan sekolah penerbangan nantinya akan menjadi lebih baik dana teratur sehingga jumlah lulusan dan jumlah pilot yang dibutuhkan sesuai.

"Karena tidak ada institusi yang mengkordinir maka terjadilah seperti itu, sekolahan asal terima siswa dan jadi pilot, tapi nanti pilot yang mau ke sana (maskapai), maskapai enggak mau terima. Maskapai terima dari luar dan sebagai-sebagainya, jadi itu adalah persoalan managemen secara nasional yang tidak terigenterasi, saya melihatnya seperti itu," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini