Jelang Imlek, Replika Pohon Mei Hwa Marak Dijual

ant, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 14:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 14 320 1859477 jelang-imlek-replika-pohon-mei-hwa-marak-dijual-m2oCTfWPLF.jpg Ilustrasi Imlek. (Foto: ANT)

PALEMBANG - Pedagang musiman di Kota Palembang, memanfaatkan momentum perayaan Tahun Baru Imlek 2569 yang jatuh pada 16 Februari 2018 menjual replika atau duplikat pohon mei hwa.

Replika pohon mei hwa tampak marak diperdagangkan di emperan toko sejumlah kawasan Kota Palembang, sejak beberapa pekan terakhir hingga Rabu ini.

Replika pohon keberuntungan bagi warga Tionghoa itu tidak hanya dijual di pertokoan dan pusat perbelanjaan, tetapi juga tampak dijual pedagang musiman di kaki lima sejumlah jalan kawasan tertentu.

Salah seorang pedagang replika pohon mei hwa, di kawasan Jalan Radial akses menuju pusat perbelanjaan Ilir Barat Permai dan Trans Mart, Herman, mengatakan setiap menjelang Imlek selalui memanfaatkan halaman tokonya utuk menggelar dagangan tersebut.

Baca Juga: Libur Panjang Imlek, KAI Siapkan 8 Kereta Tambahan

Berdagang replika pohon mei hwa setiap menjelang Imlek menjanjikan keuntungan yang cukup besar, sehingga momentum tersebut selalu dinantikan sebagai peluang usaha tahunan. Pohon hias dengan dominasi warna merah dan pink itu terbuat dari potongan ranting pohon dan rangkaian bunga plastik.

Replika pohon mei hwa dijual dengan harga bervariasi, tergantung bentuk dan ukuran besar-kecilnya. "Mulai dari Rp150.000 hingga Rp900.000 per pohon," kata pedagang itu menjelaskan.

Sementara salah seorang warga keturunan Tionghoa, Rifai mengatakan pohon mei hwa bagi warga keturunan dianggap sebagai lambang harapan, keuletan, kebahagiaan, dan kesejahteraan.

"Pohon mei hwa di tanah leluhur kami tumbuh subur dan indah pada musim semi sehingga diartikan juga sebagai sebuah semangat baru dan harapan baru menyongsong kehidupan yang lebih baik di tahun-tahun berikutnya," ujarnya.

Baca Juga: Jeruk Mandarin 'Hilang', Mendag: Tak Ada Permintaan Jelang Imlek

Berdasarkan filosofi atau pandangan tersebut, duplikat pohon mei hwa wajib ada di setiap rumah warga Tionghoa, jika hiasan pohon tersebut tidak disiapkan rasanya perayaan Imlek kurang lengkap.

Tahun baru Imlek merupakan perayaan terpenting bagi warga Tionghoa, dimulai di hari pertama bulan pertama penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh di tanggal kelima belas, kata dia pula.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini