nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kementerian PUPR Pastikan Bank BTN Kembali Biaya KPR Lewat FLPP

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 16:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 14 470 1859579 kementerian-pupr-pastikan-bank-btn-kembali-biaya-kpr-lewat-flpp-ytJu3arm2T.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan memastikan jika Bank BTN (Persero) akan kembali menyediakan Kredit Pemilikan Perumahan berskema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada tahun ini. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Lana Winayanti.

Menurut Lana, pihaknya akan segera melakukan MoU dengan Bank BTN terkait skema pembiayaan KPR lewat FLPP. Meskipun begitu, dirinya belum bisa memastikan kapan MoU tersebut akan dilaksanakan.

"Iya BTN balik lagi (biayai lewat FLPP). Jadi nanti BTN akan menyusul MoU-nya," ujarnya saat ditemui di Hotel Rafless, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Nantinya lanjut Lana, pihaknya akan mengatur bank BTN mengenai besaran dan skema penyaluran FLPP-nya. Hal tersebut mengingat sudah ada 40 bank yang sudah melakukan penandatangan MoU untuk menyalurkan FLPP.

"Bisa tapi memang kita akan atur supaya bank-bank lain ini flppnya tidak terganggu. Karena begitu BTN masuk biasanya kan akan diserap ya jadi itu akan diatur," jelasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Direktur Utama Bank BTN Maryono memastikan pihaknya akan kembali menyalurkan dana FLPP untuk mendukung program satu juta rumah yang dicanangkan pemerintah. Hal tersebut cukup menggembirakan karena pada tahun lalu, Bank BTN hanya menyediakan skema pembiayaan subsidi selisih bunga (SSB).

Sementara itu Direktur Konsumer Banking Bank BTN Budi Satria mengatakan saat ini pihaknya telah mengajukan keinginannya untuk kembali menyalurkan FLPP kepada Kementerian PUPR. Dirinya berharap agar proses pengajuan tersebut bisa diterima sehingga Bank BTN bisa kembali menyalurkan FLPP pada tahun 2018.

Apalagi target penyaluran FLPP yang dicanangkan pemerintah mengalami kenaikan. Dari 40.000 unit rumah pada tahun 2017 lalu naik menjadi 42.000 unit rumah di tahun 2018.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini