JAKARTA - Meningkatnya penjualan e-commerce memberikan berkah besar bagi industri jasa pengiriman. Sebab, dengan adanya akses internet ke daerah, maka pengiriman pun makin menjangkau ke wilayah pelosok.
Vice President of Marketing JNE Eri Palgunadi memaparkan, perusahaannya dapat menjaga pertumbuhan pendapatan stabil pada rata-rata 30% tiap tahun.
"Dari sisi growth tiap tahun kita hampir rata-rata di 30%," kata dia di Kantor Pusat JNE, Jakarta, Kamis (21/2/2018).
Dia merincikan, total pendapatan dikontribusi 80% pengiriman produk kepada konsumen ritel dan 20% kepada instansi. Dari 80% kontribusi pengiriman ritel tersebut, 50% hingga 60% tergabung dalam market place. Sementara 30% sisanya, konsumen melakukan pembelian melalui e-commerce yang bersifat individual.
Baca Juga: Gabung di Lapak Baru untuk IKM dan UKM Jualan Online, Apa Syaratnya?
"Keputusan pembelian tidak hanya ditentukan oleh seller tapi juga buyer yang nun jauh di mana. Sebarannya tidak hanya didominasi kota besar tapi juga misalnya di Tarakan Kalimantan, selama dia punya penghasilan dia bisa juga membeli, dan yang penting terkoneksi dengan internet," papar dia.
Sebagai catatan, saat ini perusahaan jasa layanan pengiriman barang tersebut sudah memiliki 56 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, JNE memiliki jaringan lebih dari 6.000 titik.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.