nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wamen Arcandra Curhat Cara Habiskan Waktu Luang: Pingpong dan Tenis

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 23 Februari 2018 19:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 23 320 1863917 wamen-arcandra-curhat-cara-habiskan-waktu-luang-pingpong-dan-tenis-oGdi9kigRJ.jpg Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menjadi pejabat publik membuat kesehariannya selalu dipenuhi oleh agenda yang padat. Hal itu juga yang dialami oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Archandra Tahar.

Akan tetapi meskipun dihadapkan dengan kesibukannya mengurus kepentingan negara, Archandra juga selalu menyempatkan untuk menjaga badannya lewat olahraga. Dirinya selalu meluangkan waktunya untuk berolahraga dengan bermain tenis dan pingpong (tenis meja).

Khusus untuk tenis meja, dirinya bermain dengan orang rumah ketika pulang kerja. Sedangkan khusus untuk tenis lapangan, dirinya selalu bermain ketika akhir pekan (weekend) bersama teman-teman.

"Paling tenis sama pingpong. Kalau pingpong di rumah jam 9, jam 10 pulang kerja. Kalau maunya sama siapa kan banyak orang di rumah. Siapa yang mau main tinggal main. Kalau tenis biasanya weekend," ujarnya dalam acara bincang santai di Ruang Media Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Pria yang pernah menjabat sebagai Menteri ESDM ini juga mengaku menyukai hobi olahraga sejak duduk di bangku pendidikan. Berbagai cabang olahraga pernah ia geluti dari mulai Tenis, Sepakbola hingga Basket. "Hobi saya macam-macam. Main tenis, pingpong, lari saya suka basket apalagi ya. Saya juga suka main bola cuma masanya saja beda," jelasnya.

Khusus untuk olarharga tenis lapangan, ternyata sosok Arcandra mengidolakan sosok Rodger Federer. Selain Federer, Archandra juga mengidolakan pesepakbola terbaik Duni Cristiano Ronaldo dan Real Madrid.

"Kemaren saya ngasih human resources development di bph saya cerita tentang Madrid vs Barcelona. Kalau saya lebih suka Real Madrid. Kalo pemain favorit itu Ronaldo," jelasnya.

Selain hobi olahraga, Pria yang pernah mengenyam pendidikan di luar negeri ini pun selalu menyempatkan waktu untuk membaca buku khususnya buku-buku biography. Berbagai buku biography tokoh nasional hingga dunia ia baca ditengah-tengah kesibukannya mengurus energi dan sumber daya alam Indonesia. "Saya juga suka baca buku. Khususnya buku biography," ucapnya.

Dari buku biography yang pernah dia baca, dirinya mengidolakan tiga tokoh nasional. Ketiga nasional tersebut adalah Presiden dan Wakil Presiden pertama Indonesia Ir.Soekarno dan Mohammad Hatta serta ulama ternama sekaliber Buya Hamka.

Untuk Bung Hatta, dirinya mengaku mengidolakan integritas dari salah satu bapak proklamator ini. Sebagai seorang penting di Indonesia lanjut Archandra, dirinya menilai Bung Hatta sebagai seseorang yang memiliki kejujuran yang patut di acungi jempol.

Selain Bung Hatta, pria yang pernah menjabat sebagai Menteri ESDM itu juga mengidolakan sosok Bung Karno. Menurutnya, baik Bung Karno dan Bung Hatta cocok sebagai pasangan Pemimpin yang bisa saling melengkapi.

"Saya suka baca bung Hatta dari sisi kejujuran integritas kemudian cara berfikir. Kemudian kalau masalah founding father salah satunya bung Karno juga walaupun berbeda pendapat bisa menyatu saling mengisi," jelas dia.

Selain kedua tokoh proklamator lanjut Archandra, dirinya juga mengidolakan sosok ulama besar Buya Hamka. Menurutnya, selain memiliki keberanian untuk menanggung resiko, sosok Buya Hamka dinilai sebaiknya sosok yang pemaaf sekali.

"Buya Hamka yang saya juga baca punya kepribadian yang sangat kuat berani mengatakan yang benar dan berani menanggung resiko tapi walaupun dipenjara orang mau memenjarakan dia waktu meninggal Buya menyolatkan orang yang memenjarakan beliau sangat pemaaf sekali," jelasnya.

Dari ketiganya lanjut Archandra, dirinya belajar untuk selalu menahan amarah. Archandra bahkan meminta kepada semua orang yang selalu dekat dengannya untuk menegurnya ketika dirinya melakukan kesalahan-kesalahan.

"Yang paling susah menahan amarah. Kenapa-kadang kadang ditanyakan sesuatu yang kadang kadang enggak tahu. Tapi, kadang-kadang enggak tahu, kadang-kadang ada niat menguji kesabaran," katanya.

"Yang kedua adalah konsisten untuk mengatakan yang benar benar salah. Apa yang saya harapkan dari teman sekitar. Kalau suatu saat ada yang berbeda antara ucapan dan perbuatannya mohon saya diinginkan itu berat," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini