Insentif Pajak Progam Vokasi Bakal Rampung, Ini Bocorannya

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 06 Maret 2018 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 06 320 1868588 insentif-pajak-progam-vokasi-bakal-rampung-ini-bocorannya-bbkuABeRgZ.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

CILEGON – Pemerintah sedang memutuskan aturan pemberian insentif pajak kepada perusahaan yang ikut program vokasi. Kini aturan tersebut sedang dibahas Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Kita akan berikan tax allowance (pengurangan pajak) 200% kepada perusahaan yang ikut vokasi. Sekarang sedang dibahas bersama Kemenkeu,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto seusai meresmikan program vokasi untuk wilayah DKI Jakarta dan Banten yang digelar Kemenperin bekerja sama dengan PT Krakatau Steel Tbk di Cilegon, Banten, kemarin.

Dalam kesempatan ini hadir juga Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaaan Puan Maharani dan Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Selain itu, hadir Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dan para pengusaha. Menurut dia, pemerintah sedang gencar mendorong pengembangan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan pasar kerja saat ini. Hal ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guna menghadapi era Industry 4.0.

“Ketersediaan SDM yang kompeten dapat memacu produktivitas dan daya saing. Apalagi tenaga kerja industri yang dibutuhkan sekarang semakin spesifik,” katanya.

Untuk wilayah DKI Jakarta dan Banten, kata dia, terdapat 143 perusahaan industri dan 292 SMK yang akan di-link and match -kan. Pada kesempatan ini juga ditandatangani 612 perjanjian kerja sama antara industri dan SMK.

“Kami memberikan apresiasi karena jumlahnya terus meningkat dan semuanya antusias,” ujarnya.

Pada tahap kelima ini, kata dia, ada 35 industri memberikan hibah kepada 128 SMK. Selain itu, dilakukan hibah lahan untuk pembangunan Politeknik Industri Petrokimia di Cilegon, Banten, dari PT Chandra Asri Petrochemical kepada Pusdiklat Kemenperin. Menurut dia, Banten merupakan daerah yang pertumbuhan industrinya tinggi. Bahkan, 50% Produk Domestik Bruto (PDB) Banten disumbang oleh industri.

“Di daerah industrinya baja dan petrokimia. Karena itu, kita akan dorong SMK di sini menyesuaikan dengan kebutuhan dua industri tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya peluncuran program pendidikan vokasi industri telah dilaksanakan di beberapa wilayah. Tahap pertama di Jawa Timur melibatkan 50 industri dan 234 SMK serta diresmikan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Tahap kedua di Jawa Tengah melibatkan 117 industri dan 392 SMK serta diresmikan Menperin bersama Mendikbud. Selanjutnya tahap ketiga di Jawa Barat melibatkan 141 industri dan 393 SMK serta diresmikan Presiden Joko Widodo.

Tahap keempat melibatkan 117 industri dan 226 SMK untuk wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, diresmikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

“Setelah wilayah DKI Jakarta dan Banten ini, peluncuran program vokasi industri akan diteruskan bertahap untuk wilayah Sumatera bagian selatan (Provinsi Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Lampung), dan Sulawesi Selatan,” tutur Airlangga.

Ketua Umum Golkar ini menargetkan hingga 2019 ada 1.795 SMK yang akan dibina dan dikerjasamakan dengan industri. “Hingga lima tahap, totalnya sudah ada 1.537 SMK dengan 568 industri,” ungkapnya.

Menko-PMK Puan Maharani mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang berperan aktif melakukan pembinaan terhadap SMK yang menjadi mitranya, termasuk memberikan bantuan peralatan praktik ke beberapa SMK.

“Kami berharap semakin banyak perusahaan yang terlibat,” ujarnya.

Dalam program pendidikan vokasi ini, kata Puan, keikutsertaan industri akan mempermudah mereka mendapatkan tenaga kerja terampil sesuai dengan kebutuhan masing-masing sektornya di era kompetisi saat ini.

“Kemajuan industri nasional yang berdaya saing, perlu didukung oleh putra-putri Indonesia yang profesional dan kompeten sehingga akan memperkuat perekonomian kita serta meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata Puan.

Sebelumnya program vokasi sudah diluncurkan di Jawa Timur dengan melibatkan 50 industri dan 234 SMK. Tahap kedua di Jawa Tengah dengan melibatkan 117 industri dan 392 SMK. Selanjutnya tahap ketiga di Jawa Barat melibatkan 141 industri dan 393 SMK. Tahap keempat melibatkan 117 industri dan 226 SMK. (Sudarsono)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini