JAKARTA - Direktur Eksekutif Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional Bank Indonesia Pungky Wibowo menegaskan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) atau National Payment Gateaway (NPG) merupakan alat menjaga integritas nasional mengingat besarnya potensi penggunaan sistem pembayaran di Tanah Air.
"Potensi masyarakat Indonesia untuk payment system paling besar. Kalau potential market, berarti national integrity harus kita jaga dengan baik, supaya semuanya untuk Indonesia, tidak lari ke pihak luar," ujar Pungky di Jakarta, Senin (12/3/2018).
Baca Juga: BI Pastikan Gerbang Pembayaran Nasional Berlaku Efektif Juni 2018
Pada akhir tahun lalu, BI telah meresmikan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) berkonsep integrasi untuk menciptakan sistem pembayaran dalam negeri yang saling terhubung dan dapat dioperasikan di berbagai mesin, serta diproses di industri domestik Dengan diresmikannya GPN, maka pemrosesan transaksi pembayaran harus dilakukan di domestik, khususnya bagi alat pembayaran yang diterbitkan di dalam negeri dan dilakukan melalui kanal pembayaran di dalam negeri.
Pungky sendiri menuturkan perkembangan pelaksanaan GPN yang sudah berjalan cukup baik.
"NPG benar-benar on the right track (berjalan semestinya). Mulai dari logo, NSICCS, lembaga services, sudah ada. Kalau interoparability untuk kartu kredit secara road map kan baru 2019. Kita kejar lebih cepat, tapi kita tidak mau buru-buru tapi nanti justru tidak bisa dilaksanakan," kata Pungky.
Baca Juga: Pengalaman Krisis Keuangan 1998 Jadi Pelajaran Membangun Kondisi Perbankan