Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPS: Data E-Commerce Belum Lengkap

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 16 Maret 2018 |13:33 WIB
BPS: Data <i>E-Commerce</i> Belum Lengkap
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) masih belum puas dengan data yang telah disampaikan  oleh pelaku perdagangan online atau e-commerce. Kelengkapan data masih terus dikomunikasikan antara BPS dengan 20 pelaku e-commerce yang telah menyampaikan data kepada BPS.

"Kita sedang terus berkomunikasi dengan teman-teman CEO dari 20 pelaku e-commerce. Sudah banyak yang memasukan tapi kita masih perlu berkomunikasi lagi," tutur Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto, di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/3/2018).

Baca Juga: Berkat E-Commerce, Pertumbuhan Jasa Pengiriman Stabil 30% Tiap Tahun


Dia mengatakan, banyak data yang telah dikirim oleh para pelaku e-commerce kepada BPS. Akan tetapi, masih ditemukan data yang perlu dilengkapi terutama soal produk.

"Mungkin karena ini pertama kali, mereka butuh waktu melihat kuesionernya kan agak rigid kita inginnya per komoditas dan sebagainya.  Saya pikir lebih kesulitan ke sana," tuturnya.

Menurutnya, para pelaku e-commerce sangat koperatif dengan BPS. Oleh karena itu, ke depan data e-commerce ini bisa segera diselesaikan.

"Untuk waktu saya gak ada target karena ini pertama kali. Mudah-mudahan bisa selesai tahun ini. Mereka kan anak-anak muda ya, anak muda harus kita gandenglah," tuturnya.

Baca Juga: Dalam Setahun, Masyarakat Bisa Belanja Online 50 Kali

 
Sebelumnya, Ketua Divisi Edukasi Ritel Asosiasi E-commerce Muhammad Rosihan mengatakan, pihaknya akan segera menyelesaikan proses pendataan semua marketplace di Maret ini. Artinya, mulai Maret, BPS sudah bisa melakukan survei untuk data transaksi e-commerce.

"Masih berjalan. Dalam bulan ini diharapkan sudah terkumpul (data) setelah itu berjalan sisanya. Febuari ini diharapkan sudah ada. Jadi data diharapkan sudah dapat Maret atau April," tuturnya.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement