Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Depo MRT II Disepakati di Kampung Bandan

Koran SINDO , Jurnalis-Senin, 26 Maret 2018 |16:13 WIB
Depo MRT II Disepakati di Kampung Bandan
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Depo mass rapid transit (MRT) fase II disepakati di Kampung Bandan, Jakarta Utara. Sebelumnya ada usulan depo dibangun di kawasan Ancol.

Setelah kepastian depo ini, Pemprov DKI akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk percepatan moda transportasi massal berbasis rel itu.

MRT fase II sepanjang 8,3 kilometer melayani perjalanan Bundaran HI-Kampung Bandan. Jika tak ada aral melintang, MRT koridor selatan-utara ini beroperasi pada 2020. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno telah bertemu Duta Besar Jepang untuk membicarakan kelanjutan MRT fase II pada Jumat (23/3/2018). Menurut dia, penggunaan lahan PT KAI sebagai depo MRT di Kampung Bandan sudah mencapai kesepakatan.

“Kesepakatan ini harus ditindaklanjuti kembali mengikuti arahan Land Acquisition sebagai konsultan se-belum penandatanganan kerja sama,” ujar Sandi kemarin.

Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah menuturkan, pemanfaatan lahan PT KAI di Kampung Bandan segera dibahas soal substansi melalui perjanjian kerja sama. Kesepakatan PT MRT dengan PT KAI akan dituangkan dalam memorandum of understanding (MoU). “Kerja samanya menggunakan skema business to business ,” katanya.

Menurut dia, tahapan pengerjaan MRT fase II masih menunggu konsultan yang sudah on board saat ini. Output dari konsultan berupa dokumen basis engineering design itu yang akan digunakan untuk pengadaan kontraktor pengerjaan konstruksi MRT fase II. “Jadi tahapan pengerjaan baru akan diketahui dari output yang dikerjakan konsultan,” ucapnya.

Anggota Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bidang Perkeretaapian Aditya Dwilaksana meminta Pemprov DKI dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) duduk bersama membicarakan kerja sama yang saling menguntungkan terkait MRT fase II.

PT KAI yang berorientasi terhadap keuntungan tidak mungkin begitu saja menyerahkan aset tanpa ada keuntungan. Apalagi umumnya bila bekerja sama dengan pihak ketiga atau perusahaan swasta, keuntungan KAI jauh lebih besar daripada kerja sama dengan sesama pemerintah. Selain itu, banyak pembangunan di Jakarta saat ini juga dibangun BUMN maupun BUMD. Dia khawatir saat dioperasikan nanti baik MRT dengan KRL Commuter Line maupun light rail transit (LRT) Jabodebek dan moda transportasi berbasis angkutan jalan, pengelolaannya tidak terintegrasi. Akibat itu, masyarakat merasakan kesulitan dalam menggunakan moda transportasi massal.

“Masyarakat itu mau naik transportasi massal kalau saling terintegrasi. Bukan hanya fisik, tiket maupun jadwal operasionalnya juga harus terintegrasi. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) harus mengatasi ini,” tandasnya.

Pembangunan MRT fase I Bundaran HI-Lebak Bulus hampir 100%. Setelah fase I selesai, PT MRT Jakarta bersiap melanjutkan proyek MRT fase II. Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar berharap groundbreaking MRT fase II bisa dilakukan akhir 2018. MRT sedang memperkirakan harga atau biaya untuk membangun MRT Bundaran HI-Kampung Bandan.

Setelah mendapatkan perhitungannya, pada Agustus mendatang pihaknya langsung menggelar tender. Setelah tender diharapkan paling lambat November sudah bisa dilakukan penandatanganan kontrak untuk pembangunan MRT.

“Kita harap appraisal mission sudah dimulai. Agustus 2018 mulai tender dan November sudah contract signing untuk fase II dan Desember dilakukan groundbreaking ,” ujarnya.

Dalam waktu dekat MRT akan bertemu perwakilan dari Japan International Corporation Agency (JICA) membahas dana pinjaman. Sebelum itu MRT akan terlebih dahulu menyelesaikan persyaratan yang diajukan JICA berupa pembebasan lahan. “Ini permintaan dari JICA dan sedang kita lakukan,” kata William.

Menurut dia, izin pembangunan MRT fase II tidak ada masalah sebab Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memberikan izin pembangunan delapan stasiun untuk MRT. Rute MRT fase II terdiri atas tujuh stasiun bawah tanah (underground ) dan satu stasiun di atas tanah. Sebelumnya progres pembangunan MRT Bundaran HILebak Bulus saat ini mencapai 91,86% dengan rincian konstruksi layang 87,99% dan konstruksi bawah tanah 95,76%. Kemudian rel yang terpasang sudah sepanjang 13.114 meter dari depo Lebak Bulus menuju Blok M, Jakarta Selatan.

“Kesiapan operasional sekitar 47,56% (institusi dan sumber daya manusia), pembayaran dana proyek 64%. Dua rangkaian kereta dengan 12 gerbong akan datang pada 26 Maret. Tarif kemungkinan akhir bulan ini sudah keluar penghitungannya,” ujar Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah beberapa waktu lalu.

Pemesanan kereta MRT berjumlah 16 rangkaian. Satu rangkaian terdiri atas enam gerbong. Apabila 16 rangkaian, sebanyak 96 gerbong yang akan didatangkan secara bertahap. Kesiapan lain dalam pengoperasian MRT berupa teknik operasional dan subsidi tarif. Ini tentu harus melewati beberapa proses dan uji coba. Pada Mei mendatang dijadwalkan akan diuji coba sekitar depo Lebak Bulus.

“Kalau tarif dalam aturannya tiga bulan sebelum operasi akan dibahas, termasuk biaya maintenance , proyeksi, dan perkiraan jumlah penumpang. Nah, dihitung- hitung ternyata ada harga komersial. Nanti disampaikan Pemprov DKI dan harus disetujui DPRD. Kalau mau dibawah harga spesial, harus ada subsidi,” ungkapnya.

Mengenai masinis dan SDM akan ada instruktur yang telah dilatih di Malaysia. Menurutnya, kereta di Malaysia sistemnya sama dengan MRT Indonesia yakni menggunakan CBTC. “Nanti di-track kalau sudah terpasang seluruhnya dari Lebak Bulus - Blok M pada Agustus mendatang. Diuji coba secara bolakbalik kan diBlokMadapertukaran rangkaian juga,” ujar Hikmat.

(bima setiyadi/ okezone)

(yau)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement