Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Skema Tax Holiday Datangkan Investasi di Sektor Digital ke Indonesia

Antara , Jurnalis-Selasa, 27 Maret 2018 |20:54 WIB
Skema <i>Tax Holiday</i> Datangkan Investasi di Sektor Digital ke Indonesia
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Jumlah investasi asing pada sektor digital di Tanah Air diperkirakan bakal mengalami peningkatan pada tahun 2018, seiring dengan naiknya peringkat kemudahan berbisnis yang diraih Indonesia di tingkat global.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Novani Karina Saputri mengatakan, proses penyederhanaan izin dan regulasi di tingkat pusat dan daerah harus terus dilakukan untuk mendukung kenaikan peringkat ini.

"Izin dan regulasi yang jelas, efektif dan efisien akan mendorong semakin banyak investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia," papar Novani di Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Dia juga mengemukakan, hal lain yang dapat mendorong meningkatnya jumlah investasi asing pada sektor digital adalah skema investasi dalam bentuk tax holiday.

Skema yang dirancang oleh Menteri Keuangan ini adalah berupa insentif untuk industri yang bergerak di sektor teknologi informasi atau perusahaan yang memiliki nilai minimal Rp500 miliar.

Menurut Novani, dengan demikian perusahaan tersebut juga bakal mendapatkan bentuk relaksasi pajak berupa fasilitas tidak membayar pajak penghasilan (PPh) dengan pengurangan di kisaran 10-100 persen dalam jangka waktu 5-15 tahun yang bisa diperpanjang hingga 20 tahun.

"Pemberlakuan ini akan meningkatkan pertumbuhan industri yang bergerak di bidang teknologi informasi," katanya.

Selain itu, ujar dia, kebijakan ini juga akan mendorong masuknya investasi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja.

Tercatat investasi asing yang masuk ke sektor digital Indonesia pada 2017 mencapai USD4,7 miliar. Hal ini dibuktikan dengan adanya empat perusahaan rintisan berstatus unicorn di Asia Tenggara yang berbasis di Indonesia. Sebutan unicorn diberikan pada perusahaan start up yang memiliki valuasi sebesar USD 1 miliar.

Sebelumnya, perusahaan teknologi digital asal Malaysia, Toga Limited menyatakan minatnya untuk berinvestasi pada perusahaan rintisan (startup) binaan IDX Incubator dengan menganggarkan dana sebesar 10-15 juta dolar AS.

"Ada sekitar lima atau lebih perusahaan yang cukup menarik, namun sekitar satu hingga dua perusahaan yang kami incar," ujar Group General Manager Toga Limited, Steve Seekuy Tan di Jakarta, Kamis (15/3/2018).

Steve menyatakan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan perusahaan rintisan binaan IDX Incubator yang bergerak di bidang keuangan digital. Menurutnya, salah satu dari perusahaan itu tidak menutup kemungkinan nantinya masuk dalam kategori unicorn.

Dalam waktu dekat, ia mengemukakan pihaknya akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Rencana kerja sama itu bertujuan untuk pengembangan sistem media komunikasi digital dan promosi kegiatan galeri investasi BEI di seluruh Indonesia.


(ulf)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement