Berkah Asian Games 2018, Hotel di Jakarta Berpotensi Kecipratan Okupansi 62%

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 04 April 2018 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 04 470 1881950 berkah-asian-games-2018-hotel-di-jakarta-berpotensi-kecipratan-okupansi-62-zT3fMU3fFy.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Okupansi (penyewa) hotel di Jakarta diprediksi akan meningkat dibandingkan dengan tahun lalu. Tak tanggung-tanggung peningkatan okupansi hotel diperkirakan berada diperkirakan 60-62%.

Senior Associate Director Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan, meningkatnya okupansi hotel didorong adanya beberapa event akbar yang akan terjadi di tahun 2018. Salah satu yang paling besar adalah adanya event olahraga terbesar bagi negara-negara Asia yakni Asian Games 2018.

Seperti diketahui, Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Event tersebut akan berlangsung pada bulan Agustus hingga September 2018 yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang.

"Okupansi akan ada kenaikan dari 60-62%. Salah satu pemicunya adalah pertama adalah Asian Games 2018," ujarnya dalam acara Konfrensi pers di World Trade Center, Jakarta, Rabu, (4/4/2018).

Menurut Ferry, peningkatan okupansi hotel akan didominasi oleh masyarakat lokal yang akan menyaksikan pertandingan. Artinya, hotel-hotel yang berada disekitar hotel lah yang akan banyak terisi.

"Jadi (akan ada peningkatan okupansi) khususnya hotel-hotel yang dekat dengan veneu pertanidngan," ucapnya.

Menurut Ferry, peningkatan okupansi tersebut harus benar-benar dimanfaatkan oleh pemilik bisnis hotel yang ada di Jakarta. Pasalnya, peningkatan okupansi Jakarta sangatlah berbeda dengan Bali.

Untuk okupansi hotel di Jakarta, setiap tahunya akan mengalami naik turun. Okupansi di Jakarta akan mengalami penurunan ketika hari-hari libur , karena aktivitas bisnis yang ada di Jakarta akan berhenti.

Sementara itu berbeda dengan Jakarta, okupansi di Bali relatif lebih stabil bahkan meningkat sepanjangan tahunya. Apalagi ketika banyak sekali tanggal merah yang terjadi sepanjang tahun.

"Dari sisi occuoancy itu selalu ada pola. Pola yang terlihat adalah di bulan Juni dan Juli ini adalah di bulan puasa dan lebaran biasanya turun (Jakarta). Bedanya dengan Bali kalau lebaran itu naik. Karena memang aktivitas bisnisnya itu berhenti di Jakarta," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini