Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dolar AS Melemah Akibat Ketegangan Geopolitik Timur Tengah

Antara , Jurnalis-Kamis, 12 April 2018 |06:42 WIB
Dolar AS Melemah Akibat Ketegangan Geopolitik Timur Tengah
Kurs dolar AS melemah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)
A
A
A

NEW YORK - Kurs dolar AS melemah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), tertekan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump men-tweet mengatakan bahwa Rusia harus bersiap-siap untuk serangan rudal terhadap Suriah.

Para analis mengatakan tweet tersebut meningkatkan selera pasar terhadap aset-aset safe-haven. Greenback turun lebih dari 0,4% terhadap yen Jepang, mata uang safe-haven tradisional.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,02% menjadi 89,569 pada akhir perdagangan.

Baca Juga: Dolar Melemah meski Ketegangan AS-China Menurun

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,2365 dari USD1,2358 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,4176 dari USD1,4181 di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7757 dari USD0,7766.

Dolar AS dibeli 106,91 yen Jepang, lebih rendah dari 107,19 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9580 franc Swiss dari 0,9567 franc Swiss, dan jatuh menjadi 1,2578 dolar Kanada dari 1,2592 dolar Kanada.

Baca Juga: Dolar AS Masih Tertekan Data Tenaga Kerja Amerika

Di sisi ekonomi, harga konsumen AS turun untuk pertama kalinya dalam 10 bulan pada Maret.

Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk Semua Konsumen Perkotaan turun 0,1% pada Maret pada basis disesuaikan secara musiman setelah naik 0,2% pada Februari, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Indeks untuk semua item dikurangi makanan dan energi meningkat 2,1% pada Maret secara tahunan, sejalan dengan ekspektasi pasar.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement