Komite Komersial dan Energi bertanya tentang model bisnis fundamental, cara pihak ketiga menggunakan data pengguna, dan jenis regulasi yang mungkin pantas diterapkan di Facebook. ”Apakah data kamu sendiri ikut terpanen oleh pihak ketiga dalam skandal kali ini,” kata Kongres Anna Eshho kepada Zuckerberg yang menjawabnya positif.
Namun, Zuckerberg tampak terkejut dan menjawab negatif ketika ditanya apakah model bisnisnya akan diubah demi kepentingan perlindungan privasi individu. Frank Pallone kemu dian bertanya, apakah Zuckerberg berkomitmen mengubah semua settingan default pengguna untuk meminimalisasikan pemanenan data.
”Bapak Kongres, ini merupakan sebuah isu rumit yang saya kira tidak bisa dijelaskan dengan satu kata,” kata Zuckerberg. ”Lagi, Anda mengecewakan saya,” timpal Pallone. Anggota Parlemen AS meng - kritisi Zuckerberg yang mengelak dari banyak pertanyaan.
Debbie Dingell bahkan mengatakan, sebagai CEO, Zuckerberg tidak mengetahui beberapa fakta kunci. Zuckerberg disebutnya tidak mengetahui kasus hukum Facebook, FTC, shadow profile, dan berapa banyak aplikasi yang perlu diaudit.
”Anda tidak tahu berapa bayak perusahaan menjual data via Dr Kogan selain Cambridge Analytica dan Enoia Techn ologies, meski pertanyaan itu ditanyakan kemarin (10/4). Dan iya, kami semua memerhatikannya. Anda bahkan tidak tahu semua jenis informasi yang dikoleksi Facebook dari penggunanya,” kata Dingell.
Terkait upaya Facebook dalam mencegah intervensi kampanye di pemilu berikutnya, Zuckerberg banyak mengulang apa yang dia sampaikan sebelumnya. Dia mengatakan, Facebook akan mengeluarkan alat kecerdasan buatan (artificial intelligent/ AI) untuk menangkap akun palsu yang menyebarkan informasi palsu, tapi mungkin tidak akan sempurna.
(Muh Shamil)
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.