Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Facebook Terancam Rugi Rp27,51 Triliun

Koran SINDO , Jurnalis-Jum'at, 13 April 2018 |10:42 WIB
Facebook Terancam Rugi Rp27,51 Triliun
Ilustrasi: Reuters
A
A
A

WASHINGTON – Masa depan Facebook sedang dipertaruhkan. Sekitar 3% atau USD2 miliar atau Rp27,51 triliun (kurs rupiah Rp13.750 per USD) sekira pendapatan iklan tahunan Facebook terancam hilang.

Para pakar teknologi menyatakan skandal Facebook dan Cambridge Analytica bisa menjadi awal titik balik keruntuhan perusahaan jejaring sosial terbesar di dunia itu. Kepala Strategi GBH Insights, Daniel Ives yang mengamati perkembangan popularitas Facebook melalui GBH Tech Tracker menyatakan, reputasi jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg tersebut sedikit demi sedikit mulai terkikis.

Baca Juga: Pendiri WhatsApp Hapus Akun Facebook

Sentimen negatif publik terhadap perusahaan yang berkantor pusat di Menlo Parkitu kian hari kian meningkat, terutama publik Amerika Serikat (AS). ”Sekitar 15% penggunanya memutuskan untuk menutup akun mereka,” kata Ives dikutip cnbc.com. Data itu mendorong GBH Insights meramalkan potensi kerugian yang akan ditelan Facebook dalam beberapa waktu ke depan.

Sejauh ini, menurut GBH Insights, kerugian akibat skandal pembobolan data masih terkendali. Selama menjalani sidang di hadapan Kongres AS di Capitol Hill, CEO Facebook Mark Zuckerberg menegaskan per usahaannya memetik keuntungan dari periklanan.

Model bisnis itu dijalankan sejak awal berdirinya Facebook. Sebelumnya Senator Orrin Hatch mempertanyakan model bisnis Facebook yang menjajakan layanan secara gratis. ”Kami menghasilkan semua pendapatan kami dari penjualan lapak iklan kepada para vendor,” ungkap Zuckerberg.

(CEO Facebook Mark Zuckerberg. Foto: Koran Sindo)

Menurut dia, layanan gratis sengaja ditawarkan agar semua orang di dunia dapat terhubung dan bertemu. Hal itu sesuai dengan misi Facebook yang ingin membuat dunia menjadi lebih dekat secara bersama. Kepala Operasi (COO) Facebook Sheryl Sandberg pada pekan lalu mengatakan, pengguna bisa saja membayar sejumlah uang agar data mereka tidak digunakan para pengiklan.

Baca Juga: Skandal Data Facebook, Komisi Perdagangan AS Segera Investigasi

Menurut Ives, jika seperti itu, layanan berlangganan Facebook yang diartikan sebagai penguat an perlindungan data akan melukai konsep Facebook. Ives memprediksi industri media sosial akan berubah. Selain penerapan aturan lebih ketat, pebisnis media sosial juga akan dituntut bersikap transparan, terutama pembagian data ke pada pihak ketiga.

Hal itu akan menyebabkan konsekuensi besar. Bisnis media sosial akan menderita, kendati sejauh ini tidak dapat diestimasikan. Kemarin, Zuckerberg melalui hari keduanya di Capitol Hill. Testimoni selama hampir lima jam itu jauh lebih alot dibandingkan sehari sebelumnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement