Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Banyak Tenaga Kerja Asing Masuk ke Indonesia, Ini Penjelasan Kepala BKPM

Giri Hartomo , Jurnalis-Senin, 30 April 2018 |19:36 WIB
Banyak Tenaga Kerja Asing Masuk ke Indonesia, Ini Penjelasan Kepala BKPM
Buruh (Foto: Okezone)
A
A
A

"Tidak banyak yang tahu saat ini pun pelaku pelaku di e-commerce banyak sekali menggunakan outsourcing menggunakan kontraktor itu di India. Beberapa pendiri dari unicorn kita bilang ke saya pak kita harus kirim 20 orang kita ke India kalau bisa berganti datangkan satu orang India ke sini itu akan sangat menghemat luar biasa," kata Thomas Lembong.

Contoh lainnya adalah, mulai kurangnya tenaga ahli translator bahasa Inggris di Indonesia. Padahal sektor ini menjadi sangat penting untuk mengundang investasi ke Indonesia.

"Kemudian pertumbuhan pariwisata yang luar biasa . Sekarang kita mulai kehilangan orang yang lancar bahasa Inggris sehingga kita butuh guru guru bahasa Inggris yang cenderung dari India dan Filipina," ucapnya.

Demo, Buruh Pelabuhan Tuntut Penghapusan Sistem Kerja Outsourcing

Mantan Menteri Perdagangan itu menyebut, banyak sekali ahli-ahli bahasa Inggris adalah Indonesia yang justru bekerja sebagai Chief Office Executive (CEO) ataupun perusahaan-perusahaan yang lebih menjanjikan secara pendapatan. Sehingga untuk tenaga-tenaga guru bahasa Inggris dan hingga tour guide masih sangat kurang.

"Kenapa enggak bisa dikasih ke orang Indonesia ? Karena orang Indonesia yang lancar Bahasa Inggris cenderung kerja di Perbankan atau e-commerce yang penghasilnya," jelasnya.

Baca Juga: Sederet Fakta Pekerja Asing di Indonesia, Nomor 1 Paling Jadi Sorotan

Bangun Universitas Bertaraf Internasional

Sementara itu lanjut Lembong salah satu upaya untuk menggenjot investasi asing dan mengurangi tenaga kerja asing masuk ke Indonesia adalah membuka Universitas-universitas bertaraf Internasional di Indonesia. Hal tersebut sudah dibuktikan sukses oleh negara Vietnam.

"Vietnam bisa menjadi contoh dia yang duluan untuk investasi bahkan 15 tahun lalu dia membuka 10 Universitas Internasional," ucapnya. 

May Day 2017, Massa Buruh Bentangkan Bendera Merah Putih Raksasa

Menurutnya, dengan membuka universitas bertaraf Internasional, maka kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia bisa naik kelas (meningkat). Sehingga kebutuhan-kebutuhan industri untuk tenaga-tenaga ahli asal dalam negeri bisa terpenuhi.

"Nah ini yang kita lagi mau tiru. Kita juga membuka sektor universitas, supaya lebih banyak sarjana yang sangat dibutuhkan oleh Industri, ekonomi digital, pariwisata, dan jasa," jelasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement