nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

May Day, Guru SD Honorer Ini Minta Diangkat Jadi PNS

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 01 Mei 2018 12:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 01 320 1893240 may-day-guru-sd-honorer-ini-minta-diangkat-jadi-pns-sv86yF71St.jpg Foto: Guru Honorer Minta Diangkat Jadi PNS (Giri/Okezone)

JAKARTA - Peringatan Hari Buruh Internasional atau yang biasa disebut May Day menjadi ajang menyuarakan suara bagi para pekerja di seluruh dunia Indonesia. Tak terkecuali bagi para pekerja honorer di Indonesia.

Salah satunya adalah Dali (37 Tahun) salah seorang guru honorer SD asal Brebes, Jawa Tengah yang ikut dalam aksi May Day di Kawasan Monas pada hari ini. Dalam aksinya kali ini, Dali menuntut agar pemerintah mengangkat pegawai honorer K2 sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS)

“Saya datang dari Brebes, saya menuntut agar pemerintah mengangkat pegawai honorer K2 diangkat jadi PNS, jadi PNS harga mati,” ujarnya saat berbincang dengan Okezone, di Kawasan Monas, Jakarta, Selasa (1/5/2018)

 

Menurut Dali, pegawai honorer K2 sudah sewajarnya untuk diangkat menjadi PNS. Pasalnya, para pegawai honorer Golongan K2 sudah bertahun-tahun mengabdi untuk negara akan tetapi kesejahteraannya belum juga terjamin.

“Khusus golongan K2 tapi ya. Karena lama mengabdi untuk negara,” ucapnya

Sebagai salah satu contoh adalah dirinya sendiri, Dali mengaku sudah mengabdi sebagai guru SD honorer selama kurang lebih 15 tahun (periode 2003-2018). Sedangkan penghasilannya hanya sebesar Rp500.000 per bulan.

 

Bahkan, ada beberapa tenaga honorer yang memiliki upah penghasilan di bawah itu. Menurutnya ada beberapa pekerja honorer yang diberikan upah Rp75.000 per bulan.

“Saya kerja udah lama hampir kurang lebih 15 tahun. Penghasilan saya Rp500.000,” ucapnya.

Menurut Dali, untuk wilayah Brebes saja hampir ada 600 tenaga honorer K2 yang hingga saat ini belum diangkat menjadi tenaga PNS. Padahal para tenaga honorer itu juga sudah mencoba untuk mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) namun selalu gagal karena terlalu banyaknya yang berminat menjadi PNS khususnya tenaga muda dan fresh graduate.

“Sudah pernah ikut tes tapi gagal (karena banyak yang daftar) kita K2 jadi kegeser,” ucapnya.

“Pokoknya PNS harga mati. Kita ingin diangkat kita siap mengikuti regulasi. Kalaupun ada tes CPNS minta ada porsi khusus K2,” imbuhnya.

 

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini