JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini diprediksi masih rawan koreksi. Hal ini karena masih minimnya sentimen positif dari dalam negeri dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang diperkirakan terus berlanjut.
Baca Juga: Sepekan, IHSG Anjlok 2% hingga Transaksi Saham Longsor 22% Jadi Rp6,6 Triliun
Pekan lalu, IHSG melemah 0,34 % atau di bawah dari pekan sebelumnya yang turun 6,6%. Sedangkan pada penutupan perdagangan Jumat lalu, IHSG melorot 66,39 poin atau 1,13% ke level 5.792,34. Adapun high level dalam perdagangan yang tercatat mencapai 6.012 di bawah sebelumnya 6.360. Sedangkan level terendah mencapai 5.768 dari sebelumnya 5.885.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan pekan ini pergerakan IHSG masih harus diwaspadai. Diperkirakan indeks akan berada di kisaran level support 5.700-5.725 dan resisten pada 5.812-5.825. Ini lebih rendah dibandingkan dengan pekan sebelumnya di level support 5.825-5.886 dan resisten 5.966-5.987.
“Secara teknikal indeks akan melanjutkan tren koreksi. Indeks masih bergerak turun dan berada diare jenuh jual atau oversold,” ujar Reza. Dia menilai, masih ada kekhawatiran pasar yang membuat IHSG kembali kehilangan kesempatan untuk kembali menguat meski posisinya telah berada di area oversold.
Baca Juga: Bos BEI: IHSG Masih Tunggu Persepsi Positif
Minimnya sentimen positif yang signifikan untuk mampu mengangkat IHSG, membuat pelaku pasar kembali melakukan aksi jualnya sehingga pelemahan masih terjadi. “Diharapkan sentimen dari dalam negeri masih ada yang lebih positif, terutama Rupiah yang diharapkan dapat lebih terbatas penurunannya,” katanya.
Menurutnya, peluang indeks rebound (menguat kembali) dapat terjadi jika didukung aksi beli. Namun, jika yang terjadi aksi jual, maka pelaku pasar harus tetap mewaspadai kembalinya potensi pelemahan. Kepala Riset BNI Sekuritas Norico Gaman mengatakan, indeks berpeluang untuk sesi lanjutan koreksi dengan prediksi mampu tembus level 5.700 menuju level 5.600 pekan ini.

“Sepekan ke depan (pekan ini) indeks masih potensi koreksi akibat sentimen negatif dari berlanjutnya pelemahan Rupiah terhadap USD,” kata Norico. Sementara itu, analis OCBC Sekuritas Liga Maradona memprediksi IHSG pekan ini memiliki potensi menguat di kisaran 5.700 hingga 5.895.
Dia mengatakan, ada sentimen pendorong dari data non-farm payroll di AS yang akan rilis pada akhir pekan. Diperkirakan hasilnya akan di bawah ekspektasi pasar sehingga nilai mata uang dolar terhadap mata uang lainnya berpotensi akan melemah. “Ini membuat investor cenderung mengalikan investasi mereka ke aset yang be risiko seperti saham dan komoditas,” ujar Maradona di Jakarta.