Cadangan Devisa Terus Berkurang, Ekonom: Relatif Baik jika Dibandingkan Krisis 1998

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 06 Juli 2018 07:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 05 20 1918287 cadangan-devisa-terus-berkurang-ekonom-relatif-baik-jika-dibandingkan-krisis-1998-IgwsIL938t.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Cadangan devisa terus mengalami penurunan sejak bulan Januari 2018 yang sebesar USD131,98 menjadi USD122,9 miliar di bulan Mei 2018.

Kondisi ini dipicu penguatan mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) terhadap seluruh mata uang di dunia, termasuk Rupiah. Hingga kini kurs Rupiah berada di level 14.300 per USD-14.400 per USD.

Ekonom BCA David Sumual menilai, cadangan devisa akan kembali berkurang di bulan Juni sebanyak USD1-USD2 miliar, akibat dari intervensi Bank Indonesia (BI) pada pasar valuta asing dan Surat Berharga Negara (SBN).

"Cadangan devisa Juni pasti akan berkurang, karena intervensi Bank Indonesia di pasar untuk stabilisasi Rupiah," katanya saat dihubungi Okezone.

 Cadangan Devisa Indonesia Akhir Februari 2018 Turun 3,92 Miliar Dolar Amerika

Kendati demikian, kondisi ini dinilai David relatif lebih baik ketimbang pada masa krisis. Pasalnya, langkah melakukan intervensi di pasar keuangan selalu dilakukan saat Rupiah tertekan, namun melihat kondisi cadangan devisa saat ini menunjukkan posisi yang cenderung lebih kuat dari tahun-tahun sebelumnya.

"Upaya stabilisasi ini juga kan pernah dilakukan tahun 2015 waktu China lakukan devaluasi (mata uang Yuan), juga dilakukan pada waktu tahun 2013," katanya.

Pada masa itu, tahun 2015 kondisi cadangan devisa Indonesia berada di posisi USD105,9 miliar, sedangkan pada tahun 2013 posisi cadangan devisa berada di USD99,4 miliar. Bahkan bila dibandingkan pada masa krisis 1998, cadangan devisa jauh berada di USD17,4 miliar.

"Jadi posisi cadangan devisa saat ini, relatif baik yah dibandingkan krisis (1998), di mana ruang gerak terbatas. Sekarang ruang gerak relatif cukup lebar, tapi kelihatannya BI akan sangat prudent lakukan stabilisasi, dengan intervensi di dua sisi valas dan SBN," jelasnya.

 Cadangan Devisa Indonesia Akhir Februari 2018 Turun 3,92 Miliar Dolar Amerika

Kebijakan Bank Sentral menaikkan suku bunga acuan BI menjadi 5,25% pada Juni kemarin, menurut David, langkah lain BI untuk mendorong investor membawa Dolar AS ke Tanah Air. Hal ini dimaksudkan menekan pelemahan Rupiah, sehingga cadangan devisa bisa terjaga di level yang aman.

"BI naikkan suku bunga acuan kemarin, otomatis imbal hasil (yield) SBN valas dinaikkan. Ini membuat sumber devisa lagi (kembali ke Indonesia)," katanya.

Berdasarkan data BI, cadangan devisa terus mengalami penurunan sejak Januari yang sebesar USD131,98 miliar, cukup membiayai 8,5 bulan impor dan 8,2 bulan impor sekaligus pembayaran utang luar negeri pemerintah.

 Cadangan Devisa Indonesia Akhir Februari 2018 Turun 3,92 Miliar Dolar Amerika

Pada bulan Februari, cadangan devisa berkurang USD3,92 miliar menjadi USD128,06 miliar, cukup untuk membiayai 8,1 bulan impor dan 7,9 bulan impor serta pembayaran ULN pemerintah.

Kemudian di bulan Maret, cadangan devisa tercatat USD126 miliar, berkurang kembali sebesar USD2,06 miliar. Posisi ini cukup untuk membiayai 7,9 bulan impor dan 7,7 bulan impor dan pembayaran ULN pemerintah.

Lalu pada April cadangan devisa tercatat bekurang USD1,1 miliar menjadi USD124,9 miliar, cukup untuk pembiayaan 7,7 bulan impor atau 7,4 bulan impor dan pembayaran ULN pemerintah.

Terakhir posisi cadangan devisa pada Mei tercatat USD122,9 miliar, posisi ini setara dengan pembiayaan 7,4 bulan impor atau 7,2 bulan impor dan pembayaran ULN pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini