nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratu Prabu Energi Berencana Reverse Stock 1:10

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 18 Juli 2018 12:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 18 278 1923930 ratu-prabu-energi-berencana-reverse-stock-1-10-33DCHSsqev.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Dongkrak pertumbuhan likuiditas harga saham di pasar, PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) bakal melakukan penggabungan nilai saham (reverse stock) dengan rasio 1:10 untuk saham seri A dan seri B. Rencana ini dieksekusi setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 29 Agustus 2018 mendatang.

Alhamdulillah, Perdagangan IHSG Awal Pekan Dibuka Menguat 6,30 Poin

Perseroan, nantinya akan menggabungkan nilai saham seri A yang semula Rp500 per saham menjadi Rp5.000 per saham. Untuk saham seri B yang semula Rp100 per saham menjadi Rp1.000 per saham. Sementara itu, saat ini saham perusahaan masih menetap di harga Rp50 per saham. Jika reverse stock dilakukan maka harga saham perusahaan akan meningkat menjadi Rp500 per sahamnya. Selain untuk menyetujui aksi korporasi tersebut, perusahaan juga akan meminta persetujuan menambah anak usaha dan kegiatan di bidang infrastruktur dan transportasi.

Baca Juga: Kondisi Pasar Tidak Kondusif, 3 Perusahaan Tunda IPO

Penambahan anak usaha ini terkait dengan rencana perusahaan untuk melakukan pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek sepanjang 485 kilometer dengan nilai proyek mencapai Rp415 triliun. Mei lalu perusahaan telah menandatangani nota kesepahaman (Memorandumof Understanding/MoU) dengan tiga perusahaan dalam rangka kerja sama operasi membangun proyek tersebut.

Alhamdulillah, Perdagangan IHSG Awal Pekan Dibuka Menguat 6,30 Poin 

Disebutkan bahwa perusahaan akan berkerjasama dengan PT OfCOS KONESIA (OK), Olive Tree Advisory Limited (OTAL) dan Olive Tree Ccorporation Co., Ltd (OTCCL), untuk engineering procurement dan construction dan financing (EPC+F) serta operations dan maintenance. Ratu Prabu Energi menjadi leadnya untuk melakukan segala bentuk komunikasi, diskusi dan negosiasi dengan pemerintah untuk melancarkan pengerjaa proyek tersebut. Sementara OK, OTAL dan OTCCL akan melakukan tugas lainnya yakni engineerin, procurement adn construction + financing (EPC+F) serta operation and maintenance (O&M).

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini