Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IHSG Terus Melemah ke 5.844 di Sesi I

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 20 Juli 2018 |11:57 WIB
IHSG Terus Melemah ke 5.844 di Sesi I
Ilustrasi IHSG (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di zona merah pada perdagangan sesi I. Siang ini, IHSG melemah 26,73 poin atau 0,455% ke 5.844,34. Posisi ini terus mengalami penurunan, ketika bel pembukaan perdagangan IHSG berada pada level 5.862,73

Menutup perdagangan sesi I, Jumat (20/7/2018), ada 126 saham menguat, 204 saham melemah, dan 115 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp2,4 triliun dari 4,2 miliar lembar saham diperdagangkan.

Indeks LQ45 turun 1,84 poin atau 0,2% menjadi 919,13, indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,94 poin atau 0,3% ke 654,58, indeks IDX30 turun 0,67 poin atau 0,1% ke 499,33 dan indeks MNC36 turun 1,02 poin atau 0,3% ke 326,07.

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru dengan Ditutup Naik 33,70 Poin

Sektor penggerak IHSG mayoritas bergerak melemah. Hanya sektor infrastruktur dan konsumsi mengalami penguatan 0,6%.

Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) naik Rp85 atau 0,14% ke Rp690, saham PT Dyandra Media Internasional Tbk (DYAN) naik Rp4 atau 0,5,56% ke Rp76 dan saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik Rp250 atau 3,61% ke Rp7.175.

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru dengan Ditutup Naik 33,70 Poin

Sementara itu, saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, antara lain saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) turun Rp5 atau 6,02% ke Rp78, saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) turun Rp120 atau 5,11% ke Rp2.230, dan saham PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) turun Rp500 atau 3,38% ke Rp14.275.

(feb)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement