Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Fakta Tol Desari, Nomor 1 Nyaris Jadi Proyek 'Abadi'

Giri Hartomo , Jurnalis-Senin, 01 Oktober 2018 |07:19 WIB
6 Fakta Tol Desari, Nomor 1 Nyaris Jadi Proyek 'Abadi'
Foto: Jokowi Resmikan Tol Depok-Antasari (Giri/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Jalan tol Depok-Antasari seksi I resmi beroperasi. Hal tersebut setelah Presiden Joko Widodo meresmikan secara langsung ruas tol sepanjang 5,8 kilometer (km) pada Kamis 27 September 2018.

Pembangunan Tol Desari terbagi dalam tiga seksi yaitu, seksi I ruas Antasari Brigif/Cinere sepanjang 5,80 km seksi II ruas Brigif Sawangan sepanjang 6,30 km dan seksi III Sawangan - Bojong Gede, Bogor sepanjang 9,5 km. Total panjang keseluruhan ruas tol Depok Antasari yaitu 21,60 km.

Jalan Tol Depok Antasari rencananya juga akan terkoneksi dengan Tol Bogor Ring Road hingga Ciawi dengan penambahan ruang lingkup Bojong Gede -Salabenda sepanjang 6,5 km. Pelayanan transaksi seluruhnya akan menggunakan non-tunai le-payment) melalui Gardu Tol Otomatis (GTO) Single dan GTO Multi golongan dengan menggunakan empat operator bank yaitu, Bank Mandri, Bank BNI, Bank BRI dan BCA.

 Baca Juga: Presiden Jokowi: Tol Desari Percepat Mobilitas Orang dan Barang

Jumlah fasilitas pendukung juga telah tersedia yaitu Unit Pelayanan Lalu Lintas sepeti mobil patroli, ambulans, rescue, derek dan Patroi Jalan Raya (PJR). Untuk memantau kelancaran arus lalu lintas dan keamanan, Tol Desari juga memiliki pelayanan Sentral Komunikasi (Senkom). Layanan ini dilengkapi dengan 81 CCTV yang tersebar disepanjang ruas jalan tol setiap jarak 500 meter dan lokasi penting lainnya seperti di gerbang tol dan simpang susun.

 

Pemantauan juga dilengkapi dengan radio komunikasi dan telepon untuk memudahkan para pengguna ja an tol menghubungi petugas terkait arus lalu lintas Tol Depok Antasari dibangun mulai tahun 2014 merupakan jalan tol penghubung Jakarta, Depok dan Bogor, serta terintegrasi dengan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) dan Jakarta Outer Ring Road Il (JORR 11).

Khusus untuk Seksi I Antasarl - Brigif/Cinere melintasi lima kelurahan di kawasan Jakarta Selatan dan dua kelurahan di Kota Depok. Pengusahaan tol dilakukan PT Citra Waspphutowa yang merupakan anak perusahaan PT Citra Marga Nusaphala Persada (CVNP) Sekilas Tentang PT, Citra Waspphutowa PT Citra Waspphutowa berdiri tahun 2006 dan merupakan pemegang hak konsensi atas pengelolaan ruas jalan Tol Depok Antasarl (Desari).

 Baca Juga: Resmi Beroperasi, Tol Desari Masih Gratis Satu Minggu

Masa konsesi pengelolaan jalan Tol Depok Antasari berlangsung selama 40 tahun hingga tahun 2056. Saat ini saham PT. Citra Waspphutowa mayoritas dimiliki PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) sebesar 62,50 % , PT Waskita Toll Road sebesar 25 % dan PT Pembangunan Perumahan ( Persero ) sebesar 12,50%

 

Berikut fakta menarik tentang jalan tol Desari yang dirangkum Okezone:

1. Sempat Mangkrak 10 Tahun

Manajer Umum & SDM PT Citra Waspputhowa Suharno mengatakan, pembangunan jalan tol ini sendiri baru dimulai pada tahun 2015. Tepatnya setelah tol Desari ini dimasukan dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Padahal proyek Tol Desari sebenarnya telah dicanangkan sejak 2005 dan Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dilakukan pada 2006. Saat itu, Tol Desari ditargetkan beroperasi 2009 dengan PT Citra Waspputhowa sebagai pengelola dan PT Waskita Toll Road selaku pelaksana konstruksi.

Namun di tengah jalan, pembangunan sempat terhenti. Pembangunan sendiri bahkan mangkrak atau tersendat selama kurang lebih 10 tahun karena terkendala pengadaan lahan.

 

Adapun rinciannya adalah pada 17 Oktober 2005 diputuskan pemenang lelang Tol Desari. Kemudian pada 29 Mei 2006 dilakukan Penandatangan Perjanjian Pengusahanya Jalan Tol (PPJT).

Kemudian pada tahun 2010, terjadi evaluasi penerusan pengusahaan jalan Tol Desari. Kemudian pada Juni 2011 dilakukan Testament perjanjian pengusahaan jalan tol Desari.

Pada 12 Agustus 2016, dibuat surat Perintah oleh Presiden Joko Widodo agar pengerjaan jalan tol Desari seksi 1 mulai dikerjakan. Kemudian pada 27 September 2018 jalan tol Desari Seksi I resmi beroperasi setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

2. Investasi Tol Desari Capai Rp4,9 Triliun

Untuk menggarap jalan bebas hambatan yang masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ini, PT Citra Wasphutowa, anak usaha PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk, membenamkan investasi yang tidak sedikit.

Dari total investasi yang dibenamkan, CMNP mengalokasikan sekitar Rp 3,3 triliun untuk pekerjaan konstruksi. Sementara, sekitar Rp 1,6 triliun sisanya diperuntukkan bagi pembebasan lahan.

“Nilai investasi total saat ini Rp 4,9 triliun,” kata Direktur Utama CMNP Tito Sulistio saat peresmian, Kamis (27/9/2018).

3. Digratiskan Selama Seminggu

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono mengatakan, selama seminggu kedepan, ruas tol ini akan melalui masa sosialisasi terlebih dahulu. Artinya, selama seminggu jalan tol ini gratis untuk dilalui oleh masyarakat.

Akan tetapi lanjut Basuki jika masyarakat ingin memasuki jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) harus tetap membayar. Nantinya masyarakat harus melakukan pembayaran di gerbang tol Cilandak Utama.

Sebab menurut Basuki, gerbang tol tersebutlah satu-satunya yang menghubungkan ke JORR. Sehingga pembayaran akan tetap dilakukan di Cilandak Utama.

"Ini sekarang ada biayanya bukannya tik tok ini, tali masuk JORR. Kalau masuk tap keluar angkanya itu biaya di JORR karena disama enggak ada lagi. Lewatnya sini, disini belum ada biaya," jelasnya.

4. Tarif Tol Desari Maksimal Rp1.500/Km

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono mengatakan, keputusan tarif tersebut nantinya akan segera dikeluarkan melalui Surat Keterangan Menteri PUPR. Berdasarkan perkiraannya tarif tol Desari maksimal Rp1.500 per kilometer (KM).

"Kita akan coba maksimal Rp1.500 per km maksimal," ujarnya saat ditemui di Gerbang Tol Cilandak Utama, Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Basuki memperkirakan, jika masuk dari ujung Brigif menuju Cilandak, maka pengemudi harus membayar sekitar Rp7.500 hingga Rp9.000 per km. Perhitungan tersebut berasal dari perhitungan maksimal Rp1.500 per km dikalikan 5,8 km.

"Kalau dengan 5,8 atau 6 km Rp7.500 sampai Rp9.000 totalnya," ucap Basuki.

5. Presiden Jokowi Ingin Desari Tersambung hingga Bogor di 2019

Presiden Joko Widodo menginginkan agar jalan tol Depok-Antasari bisa segera menyambung hingga Bogor. Dirinya menargetkan pembangunan jalan tol Desari bisa terhubung seluruhnya hingga Bogor pada tahun 2019 mendatang.

Seperti diketahui, jalan Tol Desari sendiri ditargetkan bisa tembus hingga ke Bogor pada tahun 2021. Namun, Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tito Sulistyo diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk mempercepat pengerjaannya.

"Saya berharap, tadi disampaikan pak Tito, yang sampai sawangan masih nunggu sampai tahun 2019, sampai bogornya 2021, ya semuanya sampai 2019 aja jangan lama-lama," ujarnya

6. Jadi Alternatif Menuju Bogor Selain Tol Jagorawi

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Basuki Hadimuldjono mengatakan, jalan tol Desari sendiri direncanakan bisa tembus Salabenda di Bogor. Sehingga diharapkan, Desari bisa menjadi alternatif selain jalan tol Jagorawi bagi masyarakatbyang i gin menuju Bogor.

"Tadi ini radial yang menuju Jakarta, ini sejajar jagorawai, tembusnya Salabenda di Bogor. Mungkin malah alternatif dari kebayoran tidak ke Jagorawi kalau mau ke bogor tapi lewat sini," ujarnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement