Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Mulai Bangkit dari Tekanan Dolar AS, Pagi Ini Menguat ke Rp15.221

Feby Novalius , Jurnalis-Rabu, 10 Oktober 2018 |09:29 WIB
Rupiah Mulai Bangkit dari Tekanan Dolar AS, Pagi Ini Menguat ke Rp15.221
Foto: Rupiah dan Dolar AS (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) berhasil bangkit. Meski menguat, Rupiah belum beranjak dari level Rp15.000-an per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rabu(10/10/2018) pukul 09.22 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 16 poin atau 0,11% ke level Rp15.221 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp15.202 per USD-Rp15.221 per USD.

Baca Juga:

Sementara itu, Yahoofinance juga mencatat Rupiah menguat 15 poin atau 0,10% menjadi Rp15.210 per USD. Dalam pantauan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp15.175 per USD hingga Rp15.225 per USD.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, untuk skema pembiayaan dikembangkan dengan tak hanya memanfaatkan APBN dan BUMN, namun juga melibatkan pihak swasta. Hal ini dilakukan dengan skema Kerjasama Pemerintah-Badan Usaha (KPBU).

Baca Juga:

Dalam kondisi demikian, pelemahan nilai tukar Rupiah bisa menarik investor untuk menanamkan dananya di proyek-proyek infrastruktur. Saat ini, Rini menawarkan peluang investasi dari hampir 80 proyek dengan total nilai USD42 miliar yang melibatkan 21 BUMN.

"Dengan Rupiah melemah sedemikian dan untuk investor asing ini merupakan potensi yang sangat bagus, mereka konversi dolar-nya dengan harga seperti ini, dan kalau memang pertumbuhan kita sekarang sudah 5%, ke depan kami meyakini nantinya middle income kita makin bertambah, tentunya penguatan Rupiah itu otomatis menjadi sangat atraktif," katanya.

 

(Feb)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement