JAKARTA – Danai pengembangan bisnis anak usaha, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) tambah modal dasar PT Sinar Mas Specilaty Mineral (SMSM) menjadi Rp119,035 miliar. Dengan demikian pemilikan INKP pada anak usaha tersebut tetap sebesar 50%. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, dikutip dari Harian Neraca, Rabu (10/10/2018).
Baca Juga: Indah Kiat Sebar Dividen Rp100/Saham
Kata Direktur INKP Heri Santoso, peningkatan modal pada perusahaan terasosiasi tersebut tidak memiliki dampak signifikan terhadap kondisi keuangan perseroan. ”Hanya saja, peningkatan penyertaan pada modal dasar SMSM akan mempertahankan kepemilikan perseroan sebesar 50%,” ujarnya.

Sebelumnya disebutkan, modal dasar SMSM hanya Rp11,68 miliar. Modal dasar tersebut terbagi atas 5.000 lembar saham bernilai nominal Rp2,336 juta. Selanjutnya, setelah peningkatan modal dasar terbagi menjadi 5.000 saham seri A bernominal Rp2,336 juta dan seri B bernominal Rp100 ribu. Sehingga total modal dasar SMSM menjadi Rp119,035 miliar. Untuk diketahui, SMSM dimiliki oleh Specialty Minerals International Inc sebesar 50% dan INKP 50%.
Baca Juga: Cermati Saham Indah Kiat Pulp & Paper Berkat Utang Rp450 Miliar
Tahun ini, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menargetkan volume produksi dari paper, stationery dan juga industrial paper dan packaging tetap stabil seperti tahun lalu yaitu sebesar 1,08 juta ton. Sekitar 768 ribu ton di antaranya berasal dari produksi paper perseroan. Terkait dengan penjualan ekspor perseroan pada kuartal-I 2018, disebabkan oleh tingginya penjualan yang didistribusikan untuk kebutuhan pulp dan paper di tanah air.

Perseroan juga menyampaikan rencana mendirikan pabrik kemasan (packaging) di kawasan Karawang Jawa Barat dengan nilai investasi mencapai US$ 600 juta atau Rp 8,52 triliun. Direktur INKP, Kurniawan Yuwono pernah bilang, memiliki kapasitas produksi kertas coklat (kardus) sebanyak 750 ribu ton per tahunnya yang diperkirakan rampung pada 2020 mendatang,”Pertumbuhan packaging itu diperkirakan tumbuh 4% mulai tahun 2016-2020, ditambah dengan tingginya penjualan e-commerce yang membutuhkan packaging jadi kami mulai fokus ke packaging ke depannya," ujarnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.