nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Permintaan Kredit Baru Turun ke 21,2% di Triwulan III-2018, Sebelumnya 90,3%

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 16 Oktober 2018 19:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 16 320 1964906 permintaan-kredit-baru-turun-ke-21-2-di-triwulan-iii-2018-sebelumnya-90-3-JwG5uPjjI4.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Ist)

JAKARTA - Pertumbuhan triwulanan kredit baru cenderung melambat pada triwulan III-2018. Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru triwulan III-2018 yang turun menjadi 21,2%, dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 90,3%.

Berdasarkan data Survei Perbankan Bank Indonesia, mengindikasikan Perlambatan pertumbuhan kredit baru tersebut bersumber dari semua jenis penggunaan kredit, baik modal kerja, investasi, maupun konsumsi. Ke depan, hasil survei mengindikasikan pertumbuhan kredit baru akan kembali meningkat pada triwulan IV-2018, tercermin dari SBT kredit baru yang meningkat menjadi 94,8%.

Baca Juga: Korban Gempa Palu Bisa 'Bebas' dari Tagihan Kredit Perbankan

Peningkatan kredit pada triwulan IV 2018 didorong oleh tingginya optimisme responden seiring pertumbuhan ekonomi yang masih kuat, risiko penyaluran kredit yang rendah, dan rasio kecukupan modal yang meningkat. Demikian seperti dikutip dari keterangan terulis kepada Okezone, Selasa (16/10/2018).

Perkiraan meningkatnya pertumbuhan kredit pada triwulan IV-2018 juga disertai standar penyaluran kredit yang akan lebih ketat. Hal ini tercermin dari Indeks Lending Standard sebesar 17,7%, lebih tinggi dari 3,8% pada periode sebelumnya. Pengetatan penyaluran kredit terutama akan dilakukan terhadap kredit investasi dan kredit modal kerja, yaitu pada aspek plafon kredit, premi kredit yang berisiko dan jangka waktu pemberian kredit.

Baca Juga: Korban Gempa dan Tsunami Palu Dapat Restrukturisasi Kredit

Di sisi lain, kebijakan penyaluran kredit konsumsi terindikasi masih relatif longgar, terutama pada kredit kepemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA) seiring kebijakan Bank Indonesia terkait relaksasi Loan To Value (LTV) kredit/pembiayaan perumahan.

Hasil survei mengindikasikan responden tetap optimis terhadap pertumbuhan kredit untuk keseluruhan tahun 2018. Rata-rata responden memperkirakan pertumbuhan kredit pada 2018 akan mencapai 11,5%, lebih tinggi dibandingkan realisasi pertumbuhan kredit 2017 sebesar 8,2%. Optimisme tersebut didorong oleh perkiraan pertumbuhan ekonomi yang membaik pada 2018, dan risiko penyaluran kredit yang menurun.

 (Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini