LONDON - Bayer berencana mengurangi jumlah ribuan pekerja. Langkah ini diambil sebagai sebuah perbaikan setelah perusahaan mengakuisisi Monsanto.
Dilansir dari CNN, Jumat (30/11/2018), akhir 2021, perusahaan yang memproduksi bahan kimia dan obat-obatan akan memangkas 12.000 pekerja dari tenaga seluruh dunia sebesar 118.000. Pengurangan dengan jumlah besar ini akan dilakukan di markasnya Jerman.
Lebih dari 4.000 pekerjaan akan dilakukan di divisi ilmu tanaman perusahaan, sebagai konsekuensi akuisisi Bayer terhadap pesaing AS, Monsanto awal tahun ini.
Baca Juga: Tambah Rp500 Miliar, Total Investasi Bayer Indonesia Capai Rp1,6 Triliun
Bayer (BAYRY) menghabiskan lebih dari USD60 miliar untuk membeli Monsanto. Untuk mendapatkan persetujuan regulasi untuk kesepakatan itu, Bayer setuju untuk menjual aset termasuk bisnis benih dan beberapa merek herbisida.
Perusahaan kimia dan farmasi ini mengatakan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan apakah akan menjual lebih banyak aset, termasuk bisnis tabir surya Coppertone dan merek sepatu Dr. Scholl's. Itu akan keluar dari bisnis kesehatan hewan, dan menjual 60% sahamnya di Currenta, sebuah perusahaan yang memberikan layanan kepada perusahaan-perusahaan kimia.
Baca Juga: Bayer Kucurkan Rp858 Triliun Akuisisi Monsanto
Sepanjang tahun ini saham Bayer menurun lebih dari sepertiga, sebagian karena kekhawatiran atas keterangan perusahaan terhadap tuntutan hukum yang melibatkan Roundup, yang merupakan obat bius yang dibuat oleh Monsanto.
Pada Agustus, para juri San Francisco menghadiahkan USD289 juta atas bentuk kegagalan produk yang menimpa mantan penjaga taman sekolah bahwa dirinya terkena kanker rahang yang disebabkan oleh produk tersebut. Peristiwa itu kemudian dikurangi oleh hakim, tetapi ratusan pasien lain telah membuat klaim serupa.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.