nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko Luhut: Jangan seperti Meikarta Dikasih Izin Malah Ditangkap, Kampungan Itu!

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 30 November 2018 16:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 30 470 1985098 menko-luhut-jangan-seperti-meikarta-dikasih-izin-malah-ditangkap-kampungan-itu-iHez9NfaZm.jpeg Menteri koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengaku tidak membatasi siapapun investor yang ingin berinvestasi di Indonesia. Baik itu investor dari dalam negeri maupun luar negeri akan mendapatkan perlakuan yang sama dari pemerintah.

Akan tetapi investor tersebut harus tahu diri dengan cara mengikuti seluruh aturan yang ada di Indonesia. Jangan sampai seperti kasus Meikarta yang mana sudah dibantu oleh pemerintah dalam mempermudah perizinannya akan tetapi justru terkena kasus korupsi.

"Kita kasih izinnya (buat siapa saja). Jangan kaya Meikarta, dikasih investasi dia ketangkap. Kampungan itu," tegas Luhut di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Menurut Luhut, semua negara bisa masuk ke Indonesia asalkan harus mengikuti empat aturan. Pertama adalah teknologi yang dibawa harus ramah lingkungan.

"Siapapun dia datang harus ikut 4 aturan Indonesia. Pertama semua teknologi harus ramah lingkungan, tidak boleh second class," ucapnya.

Baca Juga: Sisi Lain Proyek Meikarta, Proyek Perumahan Menengah ke Bawah

Lalu syarat yang kedua investasi yang dibawa masuk harus memiliki nilai tambah. Maksudnya, jangan sampai ada investor asing yang masuk justru langsung melakukan eksplorasi tanpa adanya keuntungan bagi Indonesia.

"Dia harus added value. Kita nggak mau dia masuk langsung eksplorasi. Saya kasih contoh Morowali mulai dari nikel, stainless steel, lithium baterry kita kontrol. Kita mau lebih banyak lithium baterry karena itu energi alternatif. Kita ingin jadi global player," jelasnya.

Baca Juga: Sempat Mangkir, BEI Kembali Panggil Manajemen Lippo Group Terkait Proyek Meikarta

Lalu yang ketiga adalah harus bisa mengoptimalkan dan mengembangkan tenaga kerja lokal. Artinya, pada saat empat tahun awal berinvestasi harus ada transfer ilmu dari tenaga kerja asing yang dibawa kepada tenaga kerja lokal.

"Kita bolehkah 4 tahun pertama menggunakan banyak tenaga asing. Tapi di waktu yang sama bersama pemerintah membangun politeknik untuk nantinya menggantikan tenaga asing itu. Sampai sekarang belum ada politeknik berkelas dunia, sekarang sudah ada di Morowali. Praktiknya di sana ada di pabriknya," jelasnya.

Lalu yang terakhir adalah harus ada transfer teknologi. Maksudnya, teknologi yang dibawa ke Indonesia harus diajarkan bagaimana cara membuatnya dan segala macamnya kepada tenaga lokal

"Teknologi transfer. Itu sebabnya seperti lithium baterry kita ikutkan dalam scientistnya. Sekarang kita paksa, kau main fast tapi kau harus ini ini ini," kata Luhut.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini