nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Merosot Jelang Pertemuan OPEC

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 07:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 06 320 1987457 harga-minyak-merosot-jelang-pertemuan-opec-RdkFZtbqqy.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Harga minyak merosot jelang pertemuan negara-negara pengekspor minyak (OPEC) yang akan membahas pemotongan produksi untuk menopang kenaikan harga dan menekan kelebihan pasokan minyak

OPEC, non OPEC dan Rusia akan bertemu pada pekan ini untuk membahas pemangkasan produksi minyak.

 Baca Juga: Trump-Xi Jinping Damai, Harga Minyak Melonjak Hampir 4%

Komite pemantau OPEC dan non OPEC, termasuk Rusia menyepakati perlunya memangkas produksi minyak pada 2019. Demikian seperti dilansir Reuters, Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Minyak mentah brent LCOc1 berjangka turun 52 sen menjadi menetap di USD61,56 per barel setelah sebelumnya mencapai USD63,29 per barel dan terendah USD60,80.

Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) West Texas Intermediate (WTI) turun 36 sen menjadi USD52,89 per barel. Kontrak tersebut diperdagangkan antara USD54,44 per barel dan USD52,16 per barel selama sesi tersebut.

 Baca Juga: Harga Minyak Naik Menanti Keputusan OPEC

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan bahwa dia mengadakan pertemuan dengan mitranya dari Saudi, Khalid al-Falih, pada hari Rabu dan mereka merencanakan lebih banyak pembicaraan.

"Semua dari kita, termasuk Rusia, setuju bahwa ada kebutuhan akan pengurangan," katanya.

Menteri Perminyakan Oman Mohammed bin Hamad Al-Rumhy mengatakan, kelompok-kelompok Arab Saudi, Rusia dan beberapa produsen lainnya bertemu pada hari Rabu.

 Baca Juga: Harga Minyak Merosot hingga 20%

Produsen minyak Nomor 2 Rusia, Lukoil (LKOH.MM) siap untuk memangkas produksi minyak jika OPEC dan produsen lainnya setuju untuk melakukannya, meskipun secara teknis akan sulit di musim dingin.

OPEC ingin mencegah penumpukan persediaan minyak global seperti harga dari akhir 2014 ke kemerosotan berkepanjangan yang membawa Brent ke bawah USD30 per barel pada awal 2016.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini