JAKARTA – Mengurangi porsi beban utang, PT XL Axiata Tbk (EXCL) bakal bayar utang senilai USD 200 juta hingga kuartal pertama tahun depan. Untuk membiayainya, perusahaan berencana mencari pinjaman. “XL akan melakukan refinancing loan untuk membayar utang dan rencananya pinjaman untuk refinancing ini akan dilakukan dalam bentuk rupiah,” kata Group Head Corporate Communication EXCL, Tri Wahyu Ningsih dilansir dari Harian Neraca, Rabu (12/12/2018).
Menurutnya, dengan melakukan refinancing tersebut, nantinya ratio utang EXCL tidak berkurang. Namun sayang, dia belum dapat menyebutkan berapa jumlah refinancing yang akan dilakukan. Sebelumnya, perseroan telah melunasi sukuk ijarah berekelanjutan I PT XL Axiata Tbk (EXCL) tahap I tahun 2015 untuk seri B yang jatuh tempo pada 2 Desember 2018 sebesar Rp258 miliar.
Baca Juga: Obligasi XL Axiata Kelebihan Permintaan 1,4 Kali
Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia, Alfred Nainggolan mengatakan, salah satu faktor perusahaan melakukan refinancing adalah karena belum tercukupinya dana untuk melunasi utang. Dirinya menilai, sejatinya tidak ada pilihan lain untuk EXCL dalam membayar utang yang akan jatuh tempo pada waktu dekat kecuali dengan melakukan refinancing. Alasannya karena dari sisi kinerja perusahaan ini masih mengalami kerugian. “EXCL tidak punya pilihan lain kecuali refinancing kinerja masih rugi bersih, sehingga dari sisi operasional tidak mencukupi untuk membayar utang yang segera jatuh tempo, makanya mereka menerbitan utang baru,” jelasnya.
Memang jika melihat laporan keuangan priode 9 bulan pertama, perseroan masih membukukan rugi sebesar Rp144,81 miliar. Oleh karena itu, Alfred menyarankan agar Investor wait and see terlebih dahulu saham ini karena pesaingnya masih membukukan laba, selain itu walaupun valuasi EXCL dibawah 10 kali namun Alfred menganggap valuasi EXCL tidak dapat dijadikan acuan oleh Investor untuk mengoleksi saham emiten berkode sandi EXCL, lantaran kinerjanya yang masih merugi,

Secara book value, kata Alfred memang murah, tapi karena merugi pertimbangan book value masih belum cukup kuat untuk bisa menjadi alasan sahamnya murah sehingga layak untuk dibeli. Disamping itu Analis Ciptadana sekuritas Gani melihat, langkah yang dilakukan EXCL dengan melakukan refinancing dari dollar AS ke rupiah akan menjadi positif kedepannya, sebab dia menduga cara tersebut dilakukan dilakukan EXCL untuk menghindari fluktuasi dari segi kurs.”Setiap tahun perusahaan teleko akan nambah terus hutangnya karena terus melakukan ekspansi, jadi ya bagus kalau melakukan refinancing dalam bentuk rupiah,” ujarnya.
Namun dia tidak menyarankan investor untuk mengoleksi saham ini, sebaiknya investor wait and see saham ini hingga tarifnya lebih baik dari kompetitornya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.