Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diskon Besar-besaran Picu Perilaku Konsumtif Jelang Akhir Tahun

Koran SINDO , Jurnalis-Minggu, 16 Desember 2018 |12:42 WIB
Diskon Besar-besaran Picu Perilaku Konsumtif Jelang Akhir Tahun
Belanja online (Ilustrasi: Shutterstock)
A
A
A

“Hal ini kami wujudkan dengan mendedikasikan satu hari khusus yang bertema Fun Weekend Deal Produk Lokal yang berisi banyak penawaran menarik untuk berbagai produk buatan dalam negeri.

Promo belanja online akhir tahun memang menjadi kesempatan customer mencari produk dari berbagai brand ,” tutur Kusumo. Produk lokal yang tersedia di kategori Galeri Indonesia juga menarik perhatian para customer selama program berlangsung.

Karya anak bangsa tersebut meliputi Pineleaf, The Olive House, dan Ame Raincoat yang juga merupakan finalis Top 20 The Big Start Indonesia Season 3 , adalah brand paling laris dibeli. Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (DPP APPBI) A Stefanus Ridwan menuturkan, akhir tahun memang momen yang tepat bagi pelaku usaha ritel mendulang pendapatan lebih banyak.

Pada saat ini banyak masyarakat yang mengagendakan untuk belanja bersama keluarga tersayang. Maka dari itu, terang dia, banyak mal dan pusat perbelanjaan yang memberikan penawaran program ataupun diskon yang menarik.

“Untuk tahun ini, pengeluaran masyarakat masih besar untuk belanja. Tetapi memang tidak heboh dan berlebihan karena masyarakat mengetatkan pengeluaran untuk keperluan yang mendesak,” tutur Stefanus.

Dia berharap, iklim ekonomi dan keamanan akhir tahun dapat lebih kondusif sehingga masyarakat tidak sungkan keluar rumah dan belanja di toko favoritnya. Pusat belanja juga sebaiknya menata gerainya dengan lebih cantik agar menarik pengunjung datang dan membelanjakan dananya. Acara midnight shopping atau belanja tengah malam juga menjadi cara ampuh pusat perbelanjaan menggaet pengunjung lebih banyak lagi.

“Sekarang masyarakat lebih suka datang ke tempat yang menarik sehingga memberikan pengalaman yang berkesan, tidak hanya harga yang murah,” imbuh Stefanus. Menurut Stefanus, kategori fashion , tiket pesawat, dan gadget menjadi benda yang paling diincar saat belanja pada akhir tahun.

Terkait persaingan ritel offline dengan situs online shopping , dia mengemukakan, setiap platform belanja punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi, lanjut Stefanus, sejatinya tak perlu khawatir akan saling menggerus, justru sebaliknya saling melengkapi.

Online shopping misalnya, kata dia, memiliki kekurangan apabila barang yang dijual tidak bisa dicoba dan diperiksa secara detail sehingga bisa saja tidak sesuai ekspektasi pembeli. Masalah kejujuran penjual dan penipuan di dunia maya juga masih saja marak terjadi yang membuat masyarakat agak ragu untuk belanja online.

“Ritel offline jadi tak perlu takut dengan online shopping. Semua ada kekurangan dan kelebihan. Yang terpenting adalah memberikan servis terbaik ke konsumen dan experience yang menarik,” sebut Stefanus.

(Rendra Hanggara)

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement