nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Tarif Taksi Online, Menhub: Kita Hitung dengan Komponen yang Harus Dipenuhi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 28 Desember 2018 14:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 28 320 1997105 soal-tarif-taksi-online-menhub-kita-hitung-dengan-komponen-yang-harus-dipenuhi-JRV0gviQQq.jpg Foto: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan aturan baru mengenai mengenai taksi online. Di mana perusahaan aplikasi dilarang menerapkan tarif, memberikan promosi tarif di bawah tarif batas bawah.

Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Republik Indonesia Nomor 118 tahun 2018 tentang penyelenggaraan angkutan sewa khusus. Beleid ini ditandatangani Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tanggal 18 Desember 2018 dan diundangkan sehari setelahnya, sekaligus mengganti Permenhub Nomor 108 Tahun 2017.

Baca Juga: Tarif Taksi Online Diseragamkan Setara Blue Bird Cs

Budi Karya pun menjelaskan soal aturan tersebut, menurutnya hal itu dilakukan agar tidak ada yang dirugikan soal pengenaan tarif ini, terlebih terhadap pengemudi taksi online. Skema perhitungan tarif juga telah memperhitungkan biaya perawatan kendaraan hingga kebutuhan bahan bakar kendaraan.

"Jadi gini, kan tarif sudah kita hitung dengan komponen-komponen yang harus dipenuhi oleh satu industri yaitu ada komponen penyusutan, artinya rusak harus beli lagi, komponen bensin, perawatan bagian untuk supir, itu sudah pas. Ada komponen untung operator, itu batas bawah ke atas bukan batas bawah ke bawah," paparnya saat ditemui di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (28/12/2018).

taksi

Dia menyatakan, bila tarif tersebut dikenakan promo maka akan mengorbankan pendapatan pengemudi. Kondisi ini yang membuat para pengemudi bekerja lebih lama hingga 12 jam lebih.

"Kalau diskon-diskon (promo) itu dikaitkan dengan pendapatan pengemudi, level of service dan level of savety (tingkat pelayanan dan keamanan) akan turun," jelas dia.

Budi Karya pun meyakini, promo memang membuat pendapatan pengemudi online berkurang, hal itu terlihat dari kondisi taksi online. "Coba lihat taksi online dari pertama kali sampai sekarang kan lain, (jadi) tidak dirawat, lebih dekil, pengemudinya lusuh-lusuh karena dia kerja lebih panjang," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini