Resolusi Keuangan 2019 Bukan Hanya Diwacanakan!

Rany Fauziah, Jurnalis · Selasa 01 Januari 2019 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 31 320 1998375 resolusi-keuangan-2019-bukan-hanya-diwacanakan-UMYfjYOwov.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Tahun 2018 ini sudah kita lewati, kini saatnya memulai memasuki lembaran di tahun yang baru. Banyak harapan dan resolusi pada 2019, salah satunya sektor keuangan.

Lalu apakah Anda sudah menyusun resolusi keuangan pada tahun 2019? Alangkah baiknya jika Anda sudah menyusun resolusi keuangan untuk tahun 2019.

Menurut Perencanaan Keuangan Ahmad Gozali, resolusi keuangan yang tepat yaitu direncanakan terlebih dahulu yang sesuai atau yang paling penting untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan kita.

“Yang direncanakan, bukan hanya diwacanakan. Ada langkah jelasnya untuk mencapainya,” ujar Gozali kepada Okezone, Selasa (1/1/2019).

 Baca Juga: 2019 di Depan Mata, Resolusi Keuangan Ini Penting untuk Diterapkan

Namun, untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang lebih penting atau sesuai target, alangkah baiknya Anda bisa mengontrol bagaimana penambahan penghasilan, kontrol pengeluaran, kembangkan aset atau mungkin bisa jadi kurangi hutang.

Gozali menyarankan bila resolusi tahunan tersebut harus dikembangkan terlebih dahulu dengan melakukan financial checkup. Di mana segi financial checkup tersebut merupakan pemeriksaan terhadap keuangan Anda, apakah ada indikasi masalah keuangan, atau malah sudah mengalami masalah keuangan, dan sejauh mana masalahnya.

"Pegecekan atau pemantauan terhadap keuangan agar tahu seberapa hal yang perlu untuk diperbaiki dalam segi keuangan," sambungnya.

Financial checkup tersebut hanya dilihat pada awal resolusi saja bagaimana untuk menentukan kekurangan penyakitnya di mana. “Resolusi adalah langkah penyembuhannya,” tegasnya.

 Baca Juga: Tak Ingin Kantong Jebol? Resolusi Keuangan Ini Wajib Diterapkan Tahun Depan

Intinya untuk membuat resolusi itu harus yakin dan optimis terhadap resolusi dan memikirkan bagaimana untuk mencapai target kebutuhan, dan harus memikirkan pula kedepannya bagaimana langkah pemulihan tersebut.

“Di awal tahun jangan dulu berpikir seperti bagaimana kalau tidak berhasil, nanti malah tidak serius untuk mencapai target,” tandasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini