THR Habis tapi Gajian Masih Lama, Bagaimana Cara agar Dapur Tetap Ngebul?

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 10 Juni 2020 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 10 320 2227566 thr-habis-tapi-gajian-masih-lama-bagaimana-cara-agar-dapur-tetap-ngebul-P1MERJlKbN.jpg THR (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Bulan lalu para pekerja mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR). Meski ada yang dicicil, dipotong hingga tidak dapat, THR salah satu vitamin yang dibutuhkan pekerja di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Saat ini sudah memasuki pertengahan bulan, ada yang masih menyisakan THR maupun sudah ludes sama sekali.Sebab terkadang penggunaan THR tidak selalu bijak, karena kebanyakan orang tak bisa mengontrol pengeluaran ketika mendapatkan pemasukan yang banyak.

Baca Juga: Hobi Traveling Ternyata Bisa Jadi Duit, Simak Caranya 

Alhasil, THR dan gajian bulan lalu tidak akan mencukupi berbagai kebutuhan bulan ini. Sementara tanggal gajian masih lama. Lalu apa yang harus dilakukan?

Perencanaan dalam anggaran kas, skala prioritas, dan membagi pengeluaran dalam persentase tertentu menjadi faktor penting dalam kesuksesan pengelolaan THR.

“Cara menghemat itu kalau uang kita tidak banyak, ya disubtitusi. Penghematan di tempat lain. Jadi banyak cara untuk mengurangi biaya hidup,” kata Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE), Mike Rini kepada Okezone, Rabu (10/6/2020).

Baca Juga: Milenial Single, Begini Cara Kelola Penghasilan yang Pas-pasan 

Setiap pegawai, lanjut dia, harus mempunyai daftar pengeluaran rutin per bulannya. Salah satu contoh biaya yang selalu dikeluarkan setiap bulannya seperti untuk makan sehari-hari, transportasi dan komunikasi. Sehingga, dapat tertata besaran dan kisaran yang dihabiskan dalam waktu sebulan.

“Kita identifikasi dulu, pengeluaran biaya hidup. Biaya hidup ada, cicilan utang ada, premi asuransi ada.Inilah yang besar dan kecilnya yang benar-benar bisa kita kendalikan,” ujarnya.

Apabila penerimaan THR tidak mencukupi kebutuhan maka saatnya untuk lebih selektif dalam pengeluaran serta berkreasi dalam menambah pemasukan. Selain itu, adalah meninggalkan gaya hidup yang sangat boros seperti membeli cemilan dan kopi-kopi kekinian.

“Daripada beli kopi yang Rp25 ribu, bikin sendiri deh. Kan di medsos ada banyak cara bikin kopi enak. Rp5 ribu doang modalnya. Jadi kenikmatan hidup bisa terjalani, tapi juga dengan menghemat. Itu lumayan penghematannya,” kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini