Hobi Traveling Ternyata Bisa Jadi Duit, Simak Caranya

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 08 Agustus 2019 06:14 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 06 320 2088396 hobi-traveling-ternyata-bisa-jadi-duit-simak-caranya-VZx73ucBtE.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Generasi milenial sangat menyukai gaya hidup yang menawarkan experience. Itu kenapa generasi muda masa kini hobi sekali untuk melakukan traveling.

Untuk hobi yang satu ini tentu tidak berbiaya murah, perlu merogoh kocek yang dalam. Bahkan perlu upaya menabung untuk memenuhi gaya hidup tersebut.

 Baca Juga: Ternyata, 69% Milenial di Indonesia Pilih Menabung daripada Investasi

Menurut Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andy Nugroho, milenial bisa memanfaatkan hobi traveling dengan tetap mendapatkan penghasilan. Caranya, buat hobi tersebut memikat pihak untuk beriklan atau istilah masa kininya mendapatkan endorse.

 Hobi Traveling

Milenial bisa saja membagikan pengalaman perjalanannya lewat blog atau beragam media sosial lainnya, sehingga, semakin banyak menyita perhatian warga internet maka akan semakin memikat datangnya iklan.

"Sekalian jadiin duit saja, pakai endorse, jadi jangan tanggung-tanggung," ujarnya kepada Okezone.

 Baca Juga: Rencana Punya Rumah Sendiri Harus Disiapkan Sejak Usia 28-30 Tahun

Tak hanya itu, jika memang hobi dalam bidang fotografi, maka foto-foto hasil perjalanan tersebut juga bisa dijual. Lewat website foto berbayar yang ada saat ini, seperti Getty Images atau Shutterstock, para generasi milenial bisa menjual fotonya.

"Banyak fasilitas untuk itu (jual foto), jadi jangan sampai hobi jalan-jalan jadi sia-sia," katanya.

Di sisi lain, Andy juga menekankan, tak ada yang salah dengan kebiasaan gaya hidup milenial yang cukup konsumtif ini. Menurutnya, yang perlu diperhatikan generasi muda adalah memenuhi hobi traveling dengan tetap memperhatikan kemampuan finansial.

Milenial bisa saja mengalokasikan 10% hingga 20% dari penghasilannya untuk menabung guna menikmati perjalanan. Namun, yang perlu juga diperhatikan, milenial tetap harus memiliki dana darurat untuk memenuhi kebutuhan mendadak.

"Karena harus punya dana darurat. Kalau lagi jalan-jalan keliling Indonesia misalnya, ternyata terjadi kecelakaan, maka kan butuh darurat untuk itu," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini