nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nasib IHSG di Tahun Politik

Senin 14 Januari 2019 15:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 14 278 2004229 nasib-ihsg-di-tahun-politik-s8V1tHe1Dc.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Okezone)

SOLO – Momentum politik seiring dengan pemilihan calon presiden dan anggota legislatif, diyakini tidak terlalu banyak berdampak terhadap industri pasar modal. Hal ini pun dibenarkan langsung Kepala PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Surakarta, M Wira Adibrata, tahun politik tidak banyak berdampak terhadap pasar modal dan bahkan sebaliknya memberikan dampak positif terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG). ”Sejarahnya dari tahun ke tahun pascapilpres, indeks selalu naik," ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Senin (14/1/2019).

Disampaikannya, melihat dari tren tahun-tahun sebelumnya, pascapilpres 1999 terjadi kenaikan IHSG hingga 70%, pasca pilpres 2004 naik 44, pasca pilpres 2009 naik 86%, dan pasca pilpres 2014 naik 22%. Kata Wira, alasan mendasar kenaikan tersebut bukan hanya dipengaruhi faktor politik tetapi juga fundamental nasional.”Ketika situasi dalam negeri kondusif, perkembangan dunia usaha juga akan lebih kondusif. Jadi lebih ke kondisi ekonomi," jelasnya.

Baca Juga: BEI Beri Sanksi Denda Rp150 Juta ke 6 Emiten

Dia mengatakan, kericuhan yang terjadi sebagai dampak dari perbedaan pilihan dalam berpolitik juga sejauh ini tidak berdampak signifikan terhadap sektor ekonomi. Menurutnya, ketidakcocokan hanya terjadi sebatas komunikasi melalui media, tidak sampai ke sektor riil. Sementara itu, dikatakannya, saat ini IHSG berada di level 6.298. Dari sisi emiten, saat ini perbankan merupakan sektor yang paling solid dan diminati oleh investor.

Untuk sektor perbankan, lanjut Wira, pertumbuhan labanya masih di atas 10 %, seperti BCA saat ini harga per lembar sahamnya mencapai Rp24.000. Selain itu, sektor consumer seperti Indofood CBP yang saat ini harga per lembar sahamnya Rp10.000 dan Unilever Rp46.000/lembar saham juga masih menjadi primadona bagi investor.”Pertumbuhan harga saham ini dipengaruhi oleh laporan keuangan perusahaan, jika bagus maka peminat juga tinggi," katanya.

ihsg

Sebelumnya Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi pernah bilang, adanya pilpres tidak akan mempengaruhi pasar modal. Meskipun ada, menurut Inarno hanya riak kecil dan itu merupakan hal yang biasa. Malahan, pihak BEI optimis pada tahun ini akan ada 35 perusahaan yang akan melaksanakan IPO."Saat tahun 2018 kemarin ada 57 perusahaan dengan target kita di 35 perusahaan. Kita targetnya untuk 2019 di 35 perusahaan dan kita optimis pencapaian lebih dari itu. Paling tidak kita memberikan sinyal tetap optimis dan tidak ada pengurangan apa-apa," tutur dia.

Adapun, target investor pada tahun 2019 juga akan naik 30% dibandingkan tahun 2018. Tercatat per 27 Desember 2018 kemarin, jumlah investor pasar modal mencapai 851 investor. Kata Inarno, likuiditas perdagangan pasar saham domestik sepanjang tahun 2018 meningkat meski dibayangi ketidakpastian sentimen terutama dari global.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini