nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPS: Neraca Perdagangan 2018 Defisit USD8,57 Miliar

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 15 Januari 2019 12:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 15 320 2004667 bps-neraca-perdagangan-2018-defisit-usd8-57-miliar-AVDUlRISi7.jpeg Kepala BPS Suhariyanto (Foto: Yohana/Okezone)

 JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data laju neraca perdagangan sepanjang tahun 2018. Di mana pada Desember 2018 neraca perdagangan tercatat defisit USD1,10 miliar, membaik dari posisi November 2018 sebesar USD2 miliar.

"Pada Desember 2018 masih terjadi defisit, tapi mengecil dibandingkan bulan lalu," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam acara konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Dia menjelaskan, defisit pada Desember terjadi karena laju impor sebesar USD15,28 miliar sedangkan ekspor USD14,18 miliar. Di mana terjadi defisit sektor minyak dan gas (migas) sebesar USD218,8 juta. Sedangkan sektor non migas juga mengalami defisit sebesar USD883,2 juta.

Baca Juga: Neraca Perdagangan 2018 Diprediksi Defisit hingga USD8 Miliar

Dengan demikian sepanjang tahun 2018 tercatat defisit neraca perdagangan sebesar USD8,57 miliar. Defisit sepanjang tahun ini didorong defisit migas yang tinggi.

Pada sektor migas terjadi defisit USD12,4 miliar di sepanjang tahun lalu, sedangkan non migas mengalami defisit USD3,8 miliar.

bps

"Maka yang menjadi perhatian utama itu defisit migas, terutama disebabkan impor hasil minyak defisit USD15,9 miliar dan minyak mentah defisit USD4,04 miliar. Sementara untuk gas masih surplus USD7,58 miliar," jelasnya.

Dia menyatakan, ke depan pemerintah harus lebih mendorong kinerja ekspor sehingga laju neraca perdagangan dapat positif di tahun 2019.

"Ini pekerjaan rumah untuk kita dorong ekspor, meski banyak tantangan yang dihadapi karena prediksi pertumbuhan ekonomi global juga tidak terlalu menggembirakan. Tapi itu tetap harus dihadapi," tutupnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini