Neraca Perdagangan 2018 Diprediksi Defisit hingga USD8 Miliar

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 15 Januari 2019 09:46 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 15 320 2004576 neraca-perdagangan-2018-diprediksi-defisit-hingga-usd8-miliar-naCMKV5h6e.jpg Ilustrasi: Foto Koran Sindo

JAKARTA - Laju neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2018 diprediksi masih akan mengalami defisit. Kondisi ini didorong peningkatan impor barang konsumsi karena Natal dan Tahun Baru 2019.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah Redjalam memproyeksikan, neraca perdagangan di Desember defisit hingga USD700 juta.

"Diperkirakan neraca perdagangan bulan Desember masih defisit, walaupun tipis di kisaran USD200 juta hingga USD700 juta," katanya dia kepada Okezone, Selasa (15/1/2019).

Baca Juga: Menanti Data Perdagangan Indonesia Sepanjang 2018

Angka proyeksi tersebut memang lebih rendah dari realisasi defisit neraca perdagangan di November 2018 yang sebesar USD2,05 miliar.

Menurutnya, pertumbuhan laju impor di akhir tahun lalu tertahan oleh kondisi pergerakan nilai tukar Rupiah yang relatif menguat selama November-Desember, juga karena harga minyak dunia yang masih dalam tren menurun.

Baca Juga: BI Prediksi Neraca Perdagangan Desember 2018 Masih Defisit

"Masih defisitnya neraca perdagangan terutama disebabkan adanya Natal dan Tahun Baru yang secara musiman mendorong impor barang-barang konsumsi," ujarnya.

Adapun secara keseluruhan tahun 2018, Januari-Desember, Piter memperkirakan neraca perdagangan defisit sebesar USD7,7 miliar hingga USD8,0 miliar.

"Ini akan menjadi pencapaian terburuk neraca perdagangan, sekaligus memperlebar defisit transaksi berjalan," ujarnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini