nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jalan Trans Papua Ditargetkan Tersambung Tahun Ini

Rany Fauziah, Jurnalis · Selasa 15 Januari 2019 12:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 15 320 2004680 jalan-trans-papua-ditargetkan-tersambung-tahun-ini-xnkQv3Vl2x.jpeg Jalan Trans Papua (Foto: PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) terus melakukan pembangunan jalan Trans Papua untuk meningkatkan konektivitas, membuka daerah terisolir dan mengurangi tingkat kemahalan harga barang-barang terutama di wilayah pegunungan.

Jalan trans papua yang sedang ditangani yaitu ruas jalan Jayapura - Wamena sepanjang 575 Km, saat ini sudah tembus seluruhnya, dengan kondisi 345 Km berupa aspal dan 230 km masih berupa jalan tanah dan kerikil yang secara bertahap akan ditingkatkan kualitasnya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengemukakan, bahwa masyarakat sudah mulai merasakan manfaat keberadaan Jalan Trans Papua dan Jalan Perbatasan Papua.

"Pembangunan Jalan Trans Papua terus dilanjutkan dan ditargetkan tahun 2019 bisa tersambung seluruhnya. Pembangunan jalan tersebut tidak semata menghubungkan Provinsi Papua dengan Papua Barat melainkan membuka daerah, wilayah yang terisolasi dan dengan demikian bisa menurunkan angka kemahalan," kata Menteri Basuki dalam kutipan Kementerian PUPR, Selasa (15/1/2019).

Baca Juga: Jalan Trans Papua Dibangun, Harga Semen Turun dari Rp1 Juta Jadi Rp400.000

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Osman Harianto Marbun mengatakan terbukanya jalan Trans Papua ruas Jayapura-Wamena, meningkatkan konektivitas menuju delapan kabupaten di wilayah Pengunungan Papua yakni Yalimo, Jayawijaya, Tolikara, Puncak Jaya, Puncak (Sinak-Ilaga), Lanny Jaya, Memberamo Tengah dan Nduga.

Menurut Osman, kebutuhan masyarakat yang tinggi terhadap akses jalan darat untuk mengirim logistik ke Kabupaten di Pegunungan Tengah disebabkan akan memangkas ongkos kirim yang mereka keluarkan.

Selama ini biaya pengiriman dari Jayapura- Wamena rata-rata sebesar Rp13.000/kg dengan menggunakan pesawat, sementara biaya angkut lewat jalur darat berkisar Rp7.000/kg. Kondisi jalan tanah dan kerikil mudah rusak saat dilewati kendaraan dengan beban berlebih yang mengangkut barang-barang kebutuhan pokok, terlebih pada musim hujan.

“Perbaikan sudah kami lakukan sejak tanggal awal Januari 2019 yang lalu,terutama di beberapa lokasi yakni pada KM 276, KM 306, KM 310,dan KM 386. Untuk mempercepat pekerjaan, kami akan menambah peralatan,” ujar Osman.

Baca Juga: Fakta Jalan Trans Papua, Dibangun Era Habibie hingga Terjadi Penembakan

Untuk menjaga kesinambungan antara proses pembangunan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat yang ingin melewati ruas jalan tersebut, Kementerian PUPR sebelumnya telah berkoordinasi kepada Pemerintah Daerah melalui Pemda Kabupaten Yalimo dan Kepolisian setempat untuk menutup ruas jalan tersebut. Namun, karena antusiasme warga untuk melintasi jalan, Osman mengatakan hanya diberlakukan pembatasan ijin melintasi ruas jalan yang dibuka seminggu sekali, yakni pada hari Minggu.

Pembangunan Jalan Trans Papua bekerjasama dengan Zeni TNI Angkatan Darat pada saat pembukaan hutan dan pembentukan badan jalan. Selanjutnya pada saat konstruksi, akan dilanjutkan oleh Kementerian PUPR. Pembangunannya cukup menantang dengan kondisi cuaca dan medan berat sehingga menjadi kendala dalam membawa material dan alat berat ke lokasi.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini