KULONPROGO - Progress pembangunan bandara baru Yogyakarta (New Yogyakarta International Airport/NYIA) sampai dengan hari ini baru sekitar 30%. Meski tinggal dua bulan, namun PT Angkasa Pura I yakin pada bulan April nanti, bandara ini sudah akan bisa dioperasionalkan untuk penerbangan international.
"Saat ini progressnya sudah 30 persen," terang Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi disela mendampingi kunjungan Menteri Perekonomian saat melihat porgres pembangunan bandara baru NYIA dan melihat revitaliasi BLK (Balai Latihan Kerja) di Kabupaten Kulonprogo, Sabtu petang (19/1/2019).
Pada bulan April, kata dia, nantinya untuk airside, runway dan apron harus sudah selesai 100 persen. sedangkan untuk terminal akan lebih fokus untuk terminal international saja dengan luasan mencapai 12.900 meter.
"Ini adalah proyek strategis nasional yang harus signifikan kepada masyarakat," terang Faik.
Untuk itulah proyek pembangunan bandara ini akan semakin cepat diselesaikan akan semakin baik. Proses pembangunan sendiri berlangsung secara normal. Nyaris tidak ada permasalahan di lapangan dan pembangunan bisa berjalan dengan lancar. bahkan managemen siap memberikan penjelasan kepada siapa saja terkait progress yang ada.
Disingung dengan seringnya Menteri datang untuk melihat porgress pembangunan, Faik mengaku senang. Setidaknya sudah ada tiga menteri yang datang selama proses pembangunan.
Yakni Menko Maritim Luhut Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan menko Perekonomian kali ini. Bahkan sejumlah KOmisi di DPR RI juga kerap datang untuk melihat proses pembangunan.
"Ini kan proyek strategis nasional, dan kehadiran mereka menjadi semangat bagi kami," teranagnya.
Menko Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, sebenarnya pemerintah berharap pada bulan Juni 2020 penerbangan International di NYIA baru akan dilaksanakan. Namun PT Angkasa Pura cukup fight dan mampu menunjukkan progres pembangunan yang bagus.
"Kita tidak mengira akan begini, ini akan cepat berubah," jelas Darmin.
Bahkan ditargetkan pada BUlan April nanti bandara ini sudah bisa beroperasi untuk melayani penerbangan international. Dimana selama ini di Yogyakarta hanya ada dua penerbangan internatonal, dari Malaysia dan Singapura.
Selebihnya turis asing akan datang lewat Bali atau Jakarta. Namun dengan adanya bandara baru ini, dipastikan akan banyak penerbangan international, karena DIY merupakan daerah wisata yang banyak dikunjungi wisatawan.
"Jogja akan lebih cepat maju pariwisatanya karena akan bisa didarati pesawat berbadan lebar," terangnya.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.