nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Naik di Tengah Ketegangan Geopolitik

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 26 Januari 2019 08:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 26 320 2009663 harga-minyak-naik-di-tengah-ketegangan-geopolitik-tAMed5w0wq.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

NEW YORK - Harga minyak memperpanjang kenaikan pada hari Jumat karena kekhawatiran atas pasokan global yang lebih ketat di tengah ancaman sanksi AS terhadap sektor minyak Venezuela melebihi kenaikan stok AS.

Melansir Xinhua, Sabtu (26/1/2019), minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret naik 56 sen menjadi USD53,69 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret naik 55 sen menjadi ditutup pada USD61,64 per barel di London ICE Futures Exchange.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan bahwa ia akan menutup kedutaan dan konsulat negara itu di Amerika Serikat, sehari setelah memutuskan hubungan diplomatik dan politik dengan Washington.

Baca Juga: Ini Cara Pertamina Bersihkan Sisa Solar di Perairan Parepare

Presiden memutuskan hubungan dengan Amerika Serikat setelah pengakuan resmi Presiden AS Donald Trump terhadap pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai Presiden Sementara.

Para pedagang semakin khawatir tentang kemungkinan sanksi AS terhadap perdagangan minyak Venezuela dan pasokan global yang lebih ketat di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Caracas.

"Dengan sanksi pada Iran, sanksi lebih lanjut diterapkan ke Venezuela bisa melihat harga minyak melonjak sangat cepat karena pasokan semakin ketat," kata Kepala Penelitian London Capital Group Jasper Lawler.

Baca Juga: Khawatir Permintaan Menurun, Harga Minyak Merosot

menurut data yang dirilis oleh Perusahaan Energi Baker Hughes, pasokan energi global sebagian didukung oleh lonjakan persediaan minyak mentah AS. Jumlah pengeboran rig AS yang aktif untuk minyak menawarkan petunjuk tentang aktivitas produksi di masa depan, naik 10 menjadi 862 minggu ini.

Sementara itu, Administrasi Informasi Energi AS (EIA) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah negara itu melonjak 8 juta barel dalam pekan yang berakhir 18 Januari atau tertinggi dua bulan. Pada 445 juta barel, persediaan minyak mentah AS sekitar 9% di atas rata-rata lima tahun untuk tahun ini.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini