Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RI Ekspor Tepung Kelapa ke China hingga Belanda

Koran SINDO , Jurnalis-Kamis, 31 Januari 2019 |10:11 WIB
RI Ekspor Tepung Kelapa ke China hingga Belanda
Pelabuhan. Foto: Shutterstock
A
A
A

GORONTALO – Indonesia mengekspor tepung kelapa ke China, Taiwan, Hamburg (Jerman) dan Rotherdam (Belanda) sebanyak 8.160 ton senilai USD8,16 juta.

Ekspor dilakukan PT Royal Coconut yang berbasis di Gorontalo. Bahan baku tepung tersebut dari buah kelapa yang dibudidayakan masyarakat Gorontalo. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi budi daya kelapa yang dilakukan masyarakat.

Mentan juga mengapresiasi pihak swasta yang mengolah kelapa tersebut untuk kemudian diekspor ke sejumlah negara. Karena dengan diolah menjadi produk jadi akan mendapatkan nilai tambah di tanah air. “Ini luar biasa di tengah jatuhnya harga kelapa kita melakukan ekspor,” ujar Mentan Amran di sela acara pelepasan ekspor tepung kelapa ke China, Taiwan, Hamburg dan Rotherdam di Gorontalo, kemarin.

Amran mengatakan, berdasarkan laporan Kepala Dinas Pertanian Gorontalo, provinsi hasil pemekaran Sulawesi Utara ini juga telah mengekspor kelapa muda ke Australia. “Peningkatan produksi kelapa kita luar biasa,” sebut Mentan.

Baca Juga: Ekspor Naik, Menteri Susi: Ikan Kita Sekarang Diterima di 147 Negara

Menteri Amran menegaskan bahwa Indonesia adalah salah satu produsen kelapa terbesar di dunia. Tahun lalu produksinya mencapai 1,9 juta ton. Sedangkan rata-rata produksi kelapa tahun 2014 hanya 1,3 juta ton. “Peningkatannya 52%. Ini luar biasa di bawah pemerintahan Jokowi-JK dan di bawah upaya kerja keras Gubernur dan Bupati,” ucapnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, kontribusi subsektor perkebunan untuk ekspor tepung kelapa sangat besar.

Terbukti, jika harga pengambilan butiran kelapa rata-rata Rp1.200 per butir, total uang yang beredar di tingkat petani mencapai Rp208,8 miliar per tahun. Luas lahan kelapa di Provinsi Gorontalo mencapai 71.524 ha dengan jumlah tanaman 4.782.200 pohon.

Ada pun total produksinya 575.864.000 butir per tahun. Manager Quality Control PT Royal Coconut, Marwan Cjepah menjelaskan produk tepung kelapa yang dihasilkan 100% diekspor. Pasokan kelapa semuanya bersumber dari petani dalam bentuk yang sudah di keluarkan sabutnya.

Dalam sehari, PT Royal Coconut menerima kelapa dari masyarakat antara 150 ton hingga 200 ton. Dari bahan baku kelapa tersebut menghasilkan tepung kelapa setiap harinya rata-rata 24 ton. “Pabrik kami mulai produksi di awal Januari 2018 dan langsung ekspor ke Eropa, Afrika dan Asia,” kata Marwan.

Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Naik di September 2016 

Marwan mengungkapkan tiap tahun volume ekspor tepung kelapa terus meningkat. Ini menandakan pasar ekspor tepung kelapa sangat besar. Untuk meningkatkan volume ekspor, dia mengaku mendapatkan dukungan pemerintah berupa kemudahan perizinan ekspor.

“Pemerintah era sekarang sangat mensupport perizinan. Semua diurus dengan mudah, yang penting kita memenuhi persyaratannya,” tegasnya. Dukungan juga diberikan pemerintah baik Kementerian Pertanian (Kementan) maupun pemerintah daerah untuk keberlangsungan usaha.

Keberlanjutan yang dimaksud yakni adanya bantuan kepada petani berupa program peremajaan tanaman kelapa. “Ini sangat membantu petani, juga pabrik pengolahan,” kata Marwan.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi IV DPR Roem Kono memuji Kementan yang terus menggalakkan ekspor berbagai komoditas pertanian. Menurut dia, ekspor berbagai komoditas pertanian patut didukung. Sebab hasilnya riil dan langsung dirasakan petani.

“Jadi jangan menyebut impor terus, mari kita sudahi. Impor itu, terutama jagung perlu selama bisa menstabilkan harga. Tapi soal ekspor ini lain ceritanya, karena masyarakat petani yang langsung diuntungkan,” ujar Roem Kono.

(Ichsan Amin)

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement